Breaking News:

Jasad ABK Dibuang ke Laut

Iklim Kerja Ekstrem dan Diskriminasi ABK Indonesia di Atas Kapal China: Kadang Kita Tidur Cuma 3 Jam

Sejumlah ABK Indonesia yang berhasil selamat bertahan hidup bekerja di kapal Long Xing 629 menceritakan iklim kerja yang tak manusiawi.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KFEM via bbc.com
Para ABK asal Indonesia bekerja di kapal penangkap ikan yang memburu sirip hiu. Sejumlah ABK Indonesia yang berhasil selamat bertahan hidup bekerja di kapal Long Xing 629 menceritakan iklim kerja yang tak manusiawi. 

"Ini perbudakan, tapi juga ada dugaan bahwa terjadi kelalaian di dalam pemberian asupan nutrisi dan gizi, serta pelayanan kesehatan sehingga timbul korban," tutur Ahmad.

Perwakilan Pengacara Margono Surya dan partner, David Suryo, membeberkan jumlah gaji ABK yang diduga mengalami pelanggaran HAM oleh perusahaan pemilik Kapal Long Xing 629.
Perwakilan Pengacara Margono Surya dan partner, David Suryo, membeberkan jumlah gaji ABK yang diduga mengalami pelanggaran HAM oleh perusahaan pemilik Kapal Long Xing 629. (YouTube KompasTV)

Jasad ABK Dilarung ke Laut, Kemnaker akan Lakukan Penyelidikan bersama 3 Kementerian Lain

Ia bahkan mengungkapkan adanya dugaan praktek perdagangan manusia yang terjadi di balik kasus ini.

"Bahkan kami ada mencurigai sebetulnya kemungkinan ada perdagangan manusia atau human trafficking karena misalnya masih ada yang berusia sangat muda," lanjutnya.

Ahmad mempertanyakan bagaimana salah seorang ABK yang tewas, yang diketahui masih berusia dibawah umur, bisa lolos dan ikut bekerja di kapal tersebut.

"Bagaimana dia dulu bisa berangkat kerja di sana? Apakah melalui prosedur yang benar misalnya," kata Ahmad.

"Nah itu harus diselidiki juga oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, dan juga perwakilan kita yang ada di Korea maupun yang ada di Beijing," tandasnya.

Kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut terkuak setelah adanya pengakuan dari seorang ABK yang berhasil kabur saat kapal berlabuh di Korea Selatan.

Berita ini menjadi viral di Korea Selatan dan terungkap di Indonesia setelah diberitakan oleh YouTuber Jang Hansol.

Menurut penuturan korban, para ABK asal Indonesia diwajibkan bekerja selama 18 jam perharinya dan hanya beristirahat selama enam jam dengan makanan dan minuman yang tidak wajar.

Mereka juga tidak mendapatkan perawatan saat sakit karena kapal enggan berlabuh ke daratan untuk memeriksakan ABK yang sakit.

Diketahui kapal yang seharusnya menangkap ikan Tuna tersebut ternyata melakukan penangkapan hiu secara ilegal, sehingga mereka takut berurusan dengan petugas bila berlabuh.

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

(TribunWow.com/ Anung/Via)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
ChinaAnak Buah Kapal (ABK)Jenazah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved