Breaking News:

Jasad ABK Dibuang ke Laut

Iklim Kerja Ekstrem dan Diskriminasi ABK Indonesia di Atas Kapal China: Kadang Kita Tidur Cuma 3 Jam

Sejumlah ABK Indonesia yang berhasil selamat bertahan hidup bekerja di kapal Long Xing 629 menceritakan iklim kerja yang tak manusiawi.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KFEM via bbc.com
Para ABK asal Indonesia bekerja di kapal penangkap ikan yang memburu sirip hiu. Sejumlah ABK Indonesia yang berhasil selamat bertahan hidup bekerja di kapal Long Xing 629 menceritakan iklim kerja yang tak manusiawi. 

NA (20) ABK Indonesia asal Makasar bercerita bagaimana dirinya bersama ABK asal Indonesia yang lain hanya diberikan minuman air laut yang disuling sebagai minuman.

Sedangkan para ABK asal China diberikan minuman air mineral.

"Mereka makan enak-enak, kalau kami seringkali makan ikan yang biasanya buat umpan itu," tambah KR (19) ABK Indonesia asal Manado.

Para ABK Indonesia yang selamat itu ingin pemerintah Indonesia mengusut lebih lanjut hal yang terjadi di atas kapal Long Xing 629.

"Agar kejadian ini tidak terulang lagi," ujar mereka.

"Kita kan sudah ada perjanjian, dan ada pelanggaran kayak gini. Kita maunya perusahaan [yang mengirimkan mereka] bersikap lebih tegas," kata MY.

Saat ini, 14 ABK asal Indonesia yang diduga mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kapal Long Xing 629 tersebut telah berhasil dipulangkan.

Mereka ditampung di safe house dan akan dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sempat Viral Jasad Rekannya Dibuang ke Laut, 14 ABK Kapal China Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Komnas HAM Soroti Pekerja di Bawah Umur

Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan adanya kecurigaan perdagangan manusia di balik kasus Anak Buah Kapal (ABK) Kapal China yang sempat viral.

Sejumlah ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal Long Xing 629, viral diberitakan di Korea Selatan.

Mereka diduga mengalami pelanggaran hak asasi karena dipaksa bekerja selama 18 jam dan tidak diberi makanan dan minuman yang layak.

Kasus ini kemudian mencuat di tanah air dan segera ditangani oleh pemerintah Indonesia.

Komnas HAM yang membidangi masalah tersebut, tidak tinggal diam dan akan turut ambil serta melakukan pengusutan.

Dilansir Kompas TV, Sabtu (9/5/2020), Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menjelaskan adanya dugaan perbudakan dan kelalaian oleh manajemen kapal tersebut.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
ChinaAnak Buah Kapal (ABK)Jenazah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved