Kalimantan Timur Ibu Kota Baru
Enggan Bicara Gamblang soal Wacana Ahok Jadi Bos Ibu Kota Baru, Djarot Saeful: Biar Dia Fokus Dulu
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat angkat bicara soal wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai bos ibu kota baru.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
Namun, ada dugaan lain bahwa Jokowi memang suka gaya kepemimpinan Ahok.
Said Didu juga merasa selama ini Ahok selalu diperjuangkan dan diberi kesempatan oleh Jokowi.
"Kemungkinan besar memang Jokowi, satu kontroversi, kedua memang dia suka gaya kepemimpinan Ahok."
"Ya karena di mana-manapun diperjuangkan oleh dia, di Pertamina diperjuangkan, padahal dia di manapun dimunculkan pasti kontroversial," lanjutnya.
• Tjipta Lesmana Ragu Ahok Jadi Calon CEO Ibu Kota Baru: Penuh Gebrakan Belum Tentu Ada Gebrakannya
Lantas, Said Didu menyebut sejumlah kasus yang sempat melibatkan Ahok ketika memimpin Jakarta pada 2014-2017.
"Nah sekarang yang begini, di Jakarta adalah dia suka melawan aturan."
"Kita masih ingat kontroversial Sumber Waras, pembelian Transjakarta, reklamasi, kemudian penggunaan CSR tidak lewat APBD," ujarnya.
Apa yang diungkapkan Said Didu soal beberapa kontroversi Ahok sesuai dengan data pemberitaan di media Kompas.
Menurut Said Didu, memilih Ahok dengan gaya kepemimpinan seperti di Jakarta bisa bahaya.
"Apakah Pak Jokowi ingin membangun ibu kota baru dengan cara Ahok selama ini?"
"Bekerja di luar itu sangat bahaya, makanya itu timbulnya kongkalikong," ungkapnya.
• Blak-blakan, Tjipta Lesmana Ungkap Peluang Ahok di Ibu Kota Baru dan Pilpres 2024: Ada Ganjalan Kuat
Saat ditanya soal Ahok kemungkinan dipilih karena disebut sosok pendobrak, Said Didu tak setuju.
Menurutnya pendobrak bukan seseorang yang bisa melawan aturan.
"Nah kalau dia memberikan pendobrak adalah bermain dalam kebijakan yang ada aturannya itu namanya pendobrak."
"Yang didobrak adalah pengambil keputusannya bukan aturannya dilanggar," ungkapnya.
(TribunWow.com/Jyaanti Tri Utami/Mariah Gipty)