Kalimantan Timur Ibu Kota Baru
Enggan Bicara Gamblang soal Wacana Ahok Jadi Bos Ibu Kota Baru, Djarot Saeful: Biar Dia Fokus Dulu
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat angkat bicara soal wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai bos ibu kota baru.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
Berdasarkan keahlian para kandidat itu, Djarot menganggap wajar Jokowi mempercayai mereka memimpin ibu kota baru.
"Itu juga teman saya Bambang Brodjonegoro, jadi itu sah-sah saja Pak Jokowi bicara seperti itu, silakan," kata Djarot.
Meskipun begitu, ia menyebut pemindahan ibu kota baru masih terlalu lama untuk diperdebatkan saat ini.
Bahkan, Djarot menyebut perdebatan tersebut hanya berasal dari imajinasi publik.
"Bukan masalah setuju atau tidak setuju, ini kan masih sangat lama, 2024 masih panjang," ucap Djarot.
"Itu masih sangat jauh lagi, itu imajinasi orang, spekulasi orang."
• Soal Wacana Ahok Jadi Bos Ibu Kota Baru, Tjipta Lesmana: Ada yang Bisikin Jokowi Hati-hati Pak
Simak video berikut ini menit ke-31.12:
Tak Kaget Ahok Masuk Kandidat
Mantan Sekretaris BUMN Said Didu, turut menanggapi soal Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.
Sebagaimana diketahui, selain Ahok, ada tiga nama yang diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam kandidat Calon Pemimpin Ibu Kota.
Tiga tokoh itu antara lain Bupati Banyuwangi Azwar Anas, lalu Direktur Utama PT Wijaya Karya (WiKa) Tumiyana, serta Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.
• Bukan Ahok, Ini Sosok yang Disebut Tjipta Lesmana di Peringkat Tertinggi Jadi Pemimpin Ibu Kota Baru
Mulanya, Said Didu sebagai birokrat belum mengetahui jelas mengenai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.
"Sebenarnya saya sebagai birokrat agak bingung karena landasan hukumnya sama sekali belum ada, ibu kotanya belum ada," ujar Said Didu.
Said Didu mengaku dirinya tidak kaget Jokowi memasukkan nama Ahok dalam kandidat tersebut.
Pasalnya, Jokowi dinilai sering mengeluarkan kebijakan kontroversial.
"Tapi saya tidak kaget, kenapa? Karena Pak Jokowi memang oksigennya, adrenalinnya, kalau ada kontroversi," tegas dia.