Breaking News:

Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Rocky Gerung dan Faisal Basri Kritik Dewan Pengarah Ibu Kota: PBB Pindah karena Amerika Enggak Suka

Pengamat Politik Rocky Gerung dan Ekonom Senior, Faisal Basri mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ibu Kota Baru.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Rocky Gerung Official
Pengamat Politik Rocky Gerung dan Ekonom Senior, Faisal Basri mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ibu Kota Baru. 

Sehingga, pemerintah dianggap tidak peduli dengan nasib para nasabah.

"Nah ini harusnya kan sudah ada 2017 ini sudah 2020 jadi pemerintah ini abai, saya tidak tahu pemerintah abai."

"Konsekuensinya apa harus ada konsekuensinya dong," ungkapnya.

Ia menuturkan, kasus Jiwasraya ini lebih besar dari kasus Century.

"Pemerintah ini sudah diingatkan oleh BPK tentang pentingnya undang-undang ini, ini yang harus diingat lebih besar jauh dari khusus Century," lanjutnya.

Lalu, Faisal Basri mengkritik pemerintah yang seolah-olah sudah menyelesaikan kasus Jiwasraya.

 Erick Thohir Dituding Dapat Untung dalam Kasus Jiwasraya, Luhut Bongkar Percakapan Keduanya

"Dulu ada Pansus (Panitia Khusus) sekarang ada Panja. Kalau Panja (Panitia Kerja) itu kan dibatasi di level komisi jadi lebih sebagai masalah teknis, kalau Pansus kan masalah nasional lintas komisi."

"Nah ini dicoba dikendalikan juga seolah-olah semua sudah dikendalikan," kritiknya.

Selain itu, Faisal Basri juga mengkritik soal pemilihan rektor oleh pemerintah.

Menurutnya hal itu dilakukan agar bisa menyingkirkan mahasiswa yang mengkritik pemerintah.

"Kemudian juga kampus, kampus didukunglah rektor-rektor yang mendukung pemerintah supaya salah satu tugas rektor adalah mengeliminasi demonstrasi mahasiswa dan sebagainya," kata dia.

Sehingga, Faisal Basri menilai bahwa pemerintah sekarang merupakan rezim yang busuk.

"Ini saya rasa sistematis saya rasa dan ini biasanya kalau sudah begini sudah tanda-tanda kalau sudah represif seperti ini rezim semakin keropos, rezim semakin busuk gitu ya."

"Dan piihannya serahkan pada rakyat kembali mau apa negeri ini," protesnya. 

Lihat videonya mulai menit ke-6:15:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved