Sidang Sengketa Pilpres 2019

Yakin MK sejak Awal Sudah Niat Tolak Dalil, Tim Hukum BPN Teuku Nasrullah: Saya Senyum-senyum saja

BPN Teuku Nasrullah yakini sejak awal MK sudah niat tolak permohonan kubu 02 Prabowo-Sandi, maka ia senyum-senyum saja ketika sidang berlangsung.

Yakin MK sejak Awal Sudah Niat Tolak Dalil, Tim Hukum BPN Teuku Nasrullah: Saya Senyum-senyum saja
Tribunnews/JEPRIMA
Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah, meyakini pihak Mahkamah Konstitusi (MK) sejak awal sudah berniat untuk menolak dalil-dalil dari termohon atau kubu 02.

Lantaran sudah memprediksi permohonannya akan ditolak, Teuku Nasrullah mengaku senyum-senyum saja selama proses sidang putusan yang diselenggarakan MK, Kamis (27/6/2019).

Hal tersebut disampaikan Teuku Nasrullah dalam wawancara unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (27/6/2019).

Awalnya, Teuku Nasrullah mengungkapkan kecurigannya terhadap berlangsungnya Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) MK yang dinilai terlalu cepat untuk menentukan putusan.

Sudah Prediksi Kalah sejak Awal, BPN Sebut Rapat Permusyawaratan Hakim MK Lebih Mengerikan

Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah, sudah memprediksi pihaknya akan kalah di sidang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019).
Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah, sudah memprediksi pihaknya akan kalah di sidang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019). (YouTube KOMPASTV)

Prabowo Nyatakan Koalisi Adil dan Makmur Bubar, PAN akan Gelar Rakernas Tentukan Arah Politik

Menurut Teuku Nasrullah, bagaimana bisa sidang sengketa berlangsung terakhir Jumat (21/6/2019), kemudian disusul RPH hingga saat Senin (24/6/2019) MK disebut sudah ada putusan.

Ia menilai kemungkinan MK yang terlebih dahulu membuat putusan, baru kemudian membuat pertimbangan.

"Apakah mungkin putusan dulu nanti baru buat pertimbangan? Atau pertimbangan dulu yang dilihat baru nanti diputuskan?" ujar Teuku Nasrullah.

Teuku Nasrullah meyakini MK memang membuat putusan penolakan baru kemudian menyusun argumen penolakan.

"Kalau saya meyakini sepenuhnya, ini keyakinan belum tentu saya benar ya, bahwa sepakat dulu mau diputuskan ditolak atau diterima."

"Kalau mau ditolak, maka baru dibuat putusan argumen-arguman penolakan," terang Teuku Nasrullah.

Hari Minggu KPU Tetapkan Jokowi-Maruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden, Undang Prabowo-Sandi

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved