Breaking News:

Pilpres 2019

Jokowi Sebut 'Propaganda Rusia', Budiman Sudjatmiko Terangkan Awal Mula Istilah Tersebut Tercetus

Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa penyebutan kata 'Propaganda Rusia' yang disampaikan Joko Widodo tidak mengganggu hubungan diplomatis dua negara.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tribunnews.com
Budiman Sudjatmiko 

TRIBUNWOW.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, yang diwakilkan oleh Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa penyebutan kata 'Propaganda Rusia' yang disampaikan oleh calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo beberapa waktu lalu tidak mengganggu hubungan diplomatis antar kedua belah pihak negara.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube Kompas TV dalam acara Rosi yang membahas tajuk ''Propaganda Rusia' di Pilpres Indonesia?', Kamis (7/1/2019), justru Budiman menuturkan bahwa belum lama ini pihak Rusia yang diwakilkan oleh Duta Besar Rusia di Indonesia memberikan sanjungan atas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Yang jelas, baru-baru saja kemarin Dubes Rusia di Indonesia bikin pernyataan memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apapun itu konteksnya. Tapi bahwa seorang Duta Besar Rusia yang mengatakan seperti itu, tentu dia punya pertanggungjawaban obyektif untuk mengatakan apresiasinya," kata Budiman.

Budiman menjelaskan bahwa pihak Rusia sesungguhnya telah mengetahui dengan maksud digunakannya sejumlah nama-nama negara dalam sebuah pengistilahan.

"Dengan demikian, kekhawatiran Bung Ariza, thanks untuk kekhawatiran bangsa kita semua ya, tidak terjadi. Rusia juga tahu bahwa saat dulu kita menyebut flu Spanyol, kita berbicara soal macam-macam penyakit yang dihubungkan dengan sebuah bangsa, yang kemudian dia menjadi sebuah perbincangan tidak resmi tentang pengistilahan tertentu," jelasnya.

Budiman Sudjatmiko saat hadir sebagai narasumber dalam program Rosi Kompas TV, Kamis (7/1/2019).
Budiman Sudjatmiko saat hadir sebagai narasumber dalam program Rosi Kompas TV, Kamis (7/1/2019). (YouTube Kompas TV)

Berebut Bantah BPN, Irma Suryani Protes Giliran Bicara ke Budiman Sudjatmiko: Bentar Saya Mau Bicara

Hal itulah yang kemudian membuat hubungan antar Indonesia-Rusia menjadi baik-baik saja, walaupun kepala negaranya sempat menyebutkan kata 'Propaganda Rusia'.

"Terminologi itu ternyata tidak diikuti dengan memburuknya sesuatu seperti itu."

"Yang jelas hari ini ada CEO satu bank di Rusia sedang ada di Indonesia, misalnya seperti itu, dan mantan Menteri Ekonomi Rusia ada di Indonesia, kemudian kemarin Duta Besar Rusia mengatakan bahwa memuji dan mengapresiasi pertumbuhan ekonomi kita."

"Jadi apa yang dikatakan kekhawatiran itu tidak terjadi," ujarnya menjelaskan.

Buat Miftah Sabri Emosi hingga Ditenangkan Najwa Shihab, Budiman Sudjatmiko Tetawa Puas

Untuk memperjelas, Budiman kemudian menerangkan awal-mulanya istilah 'Propaganda Rusia' digunakan.

"Tapi saya harus terangkan gini, 'Propaganda Rusia' itu adalah sebuah terminologi yang digunakan pertama kali untuk menganalisis, yang dikatakan Andi bagus tadi analoginya, untuk kasus perang. Yaitu ketika terjadi perang atau konflik antara Rusia dan Ukraina memperebutkan Crimea," terangnya.

Menurutnya, propaganda yang dimaksud adalah menyebarkan isu-isu sebagai sebuah senjata untuk melemahkan lawan.

Hingga kemudian propaganda tersebut diterapkan selama referendum Inggris dengan menggunakan media sosial.

"Namun, tipe propaganda perang itu kemudian dipakai pertama di Brexit, referendum Inggris. Yaitu mengambil sentimen di sosial media, Facebook. Dimana 58 juta orang Inggris dengan sampel Facebook-nya dipindai otaknya. Di-scan dari perilaku sosial medianya," ucap Budiman.

Sebut Tudingan Propaganda Rusia Sebuah Kesalahan, BPN Prabowo-Sandi: Nenek-nenek Ompong Juga Tahu

Dari proses itulah kemudian didapatkan data yang kemudian hal-hal negatif yang didapat dari data tersebut disematkan kepada pihak lawan.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Tags:
Budiman SudjatmikoPolemik Propaganda RusiaPresiden Joko Widodo (Jokowi)Drajad Wibowo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved