Pilpres 2019
Jokowi Sebut 'Propaganda Rusia', Budiman Sudjatmiko Terangkan Awal Mula Istilah Tersebut Tercetus
Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa penyebutan kata 'Propaganda Rusia' yang disampaikan Joko Widodo tidak mengganggu hubungan diplomatis dua negara.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Ketahuan yang dibenci oleh orang Inggris adalah kebab, yang ditakuti oleh orang Inggris adalah orang Pakistan, tapi yang paling dibenci dan ditakuti sekaligus adalah orang Turki."
"Dikumpulin tuh data itu. Kemudian yang paling disukai oleh orang Inggris itu apa, dikumpulin. Nah sudah kekumpul, yang dibenci, dipakailah, disematkan ke lawan. Bener enggak bener pokoknya. Pokoknya yang jelek-jelek ada di kamu, yang baik-baik ada di aku," ungkapnya.
Budiman kemudian menambahkan bahwa 'Propaganda Rusia' yang awalnya dipakai untuk peperangan, kemudian diterapkan di berbagai pertempuran politik.
Negara yang menggunakan 'Propaganda Rusia' dalam pertempuran politiknya antara lain adalah Amerika serta Inggris.
• Tanggapi Puisi Fadli Zon, Wakil Ketua BPN: Mungkin Hanya Bermaksud Menggoda Mas Romahurmuziy
Drajad Wibowo, anggota BPN Prabowo-Sandiaga kemudian menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Rosi terkait apakah tim sukses capres dan cawapres nomor urut 02 bisa melakukan hal semacam itu.
Ia menuturkan pengalamannya saat bertemu dengan tim riset Presiden yang ternyata menggunakan metode yang salah untuk mencari data.
"Ya saya justru malah merasa kasihan dengan Bapak Presiden. Karena kok berkali-kali mendapat masukan yang salah, terus kemudian menyampaikan dengan ucapan yang salah. Terus akhirnya sampai dibilang grasa-grusu oleh Menkeu-nya sendiri."
"Jadi saya punya satu pengalaman, Bapak Presiden pernah mengatakan ekonomi meroket, kemudian kemudian yang membuat analisis itu sempat ketemu sama saya, saya tanya 'gimana kok bisa sampai keluar sperti itu? Saya lakukan seperti ini mas', lha ya salah. 'Sampeyan itu njlomprongke (kamu itu menyesatkan) Pak Presiden', saya bilang begitu," kata Drajad mengungkapkan.

• Andi Wijayanto Analogikan Isu Propaganda Rusia dengan Strategi Makelar Jual Beli Rumah
Dari pengalamannya tersebut, kemudian Drajad menyimpulkan bahwa mungkin saja terkait 'Propaganda Rusia' ini, Jokowi juga mendapatkan sumber yang salah.
"Artinya, presiden juga sepertinya mendapatkan masukan yang salah tentang 'Propaganda Rusia'," putus Drajad.
Drajad mengatakan bahwa kesalahan dari pihak Jokowi adalah menggunakan nama Rusia dalam pelabelan kata propaganda itu.
"Ya pertama dengan melabeli itu Rusia, itu sudah seperti diskriminatif terhadap Rusia. Seolah-olah sesuatu yang jelek itu terasosiasi dengan Rusia," tuturnya.
Rosi kemudian menyela dengan mengungkapkan bahwa penyebutan 'Propaganda Rusia' sebenarnya telah digunakan secara universal.
• Fadli Zon Tulis Permintaan Maaf soal Propaganda Rusia: Sehubungan dengan Pernyataan Presiden Kami
Drajad kemudian kembali menanggapi.
"Enggak. Yang memakai itu adalah kelompok-kelompok tertentu di Amerika dan mereka punya posisi tertentu terhadap Rusia. Saya tidak membela Rusia."