Breaking News:

Pilpres 2019

Jokowi Sebut 'Propaganda Rusia', Budiman Sudjatmiko Terangkan Awal Mula Istilah Tersebut Tercetus

Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa penyebutan kata 'Propaganda Rusia' yang disampaikan Joko Widodo tidak mengganggu hubungan diplomatis dua negara.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tribunnews.com
Budiman Sudjatmiko 

"Akan tetapi kan, paling tidak dengan menyebutkan istilah Rusia dilabelkan kepada semburan fitnah, itu artinya mengatakan Rusia ini identik dengan semburan fitnah, gitu. Itu yang pertama," kata Drajad menjelaskan.

Kata 'Propaganda Rusia' sendiri sudah mulai populer digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 2014.

Dan setelah dikonfirmasi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Putin mengaku tak masalah dengan penggunaan nama negaranya dalam istilah tersebut.

Sindir Jokowi soal Propaganda Rusia, Rachland Nashidik: Presiden tapi Tak Mengerti Adab Diplomatik

Rosi kemudian mempertanyakan jika Putin saja selaku pemimpin negara tak masalah dengan hal tersebut, mengapa sebagian warga Indonesia justru merasa terbebani?

Rosiana Silalahi di program acara 'Rosi' yang tayang Kamis (7/1/2019).
Rosiana Silalahi di program acara 'Rosi' yang tayang Kamis (7/1/2019). (YouTube Kompas TV)

"Oh enggak. Seperti yang saya sampaikan tadi, itu saya bukan membela Rusianya, akan tetapi ketika kemudian satu negara dikaitkan dengan semburan fitnah, itu kan artinya ada ketidak-sensitifan. Faktanya kan kedubes Rusia membuat klarifikasi dan melakukan protes," jelas Drajad.

"Seharusnya Presiden tidak usah mengucapkan seperti itu. Kalau misalkan saya advisornya Presiden, saya akan katakan ada propaganda bla bla bla, kebohongan atau apalah, jadi enggak usah melabeli dengan suatu negara. Itu yang pertama. Itu salahnya di situ," sambungnya.

Lain pendapat dengan Riza, Drajad justru menyebutkan bahwa ucapan Jokowi yang menyinggung terkait 'Propaganda Rusia' bisa saja dimaksudkan untuk kubunya sendiri.

"Kemudian yang kedua, beliau menyampaikan ada tim sukses. Walaupun tidak menyebut tim sukses Prabowo-Sandi atau apa segala macem. Saya mungkin agak beda dengan Mas Riza, jangan-jangan yang disebut tim suksesnya Pak Jokowi sendiri yang dimaksud. Kan bisa saja," kata Drajad berpendapat.

Ferdinand Hutahaean Sebut Jokowi Tukang Gosip terkait Polemik Propaganda Rusia

Mendengar pernyataan Drajad tersebut, Rosi justru mengunkapkan bahwa hal seperti yang dijelaskan Drajad tidak mungkin terjadi.

"Enggak mungkinlah. Masa seorang menuduh timnya sendiri," kata Rosi.

Diprotes oleh Rosi, Drajad justru mengungkapkan bahwa hal itu mungkin saja terjadi.

"Bisa saja. Emang enggak masuk logic, namanya juga kita kan memakai logika-logika terbalik."

"Karena apa? Karena ketika Presiden menyebutkan kebohongan-kebohongan ya tentu harus dipertanyakan yang beliau maksud dengan kebohongan itu apa sih kira-kira. Kalau kemudian beliau mengatakan pertumbuhan 7 persen ternyata enggak tercapai, itu kebohongan atau tidak," jelas Drajad.

Lihat video selengkapnya di sini:

(TribunWow.com/Laila Zakiyya)

Sumber: Kompas TV
Tags:
Budiman SudjatmikoPolemik Propaganda RusiaPresiden Joko Widodo (Jokowi)Drajad Wibowo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved