Kenali Beragam Gejala Depresi, Mulai dari Kehilangan Energi hingga Banyak Tidur
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi.
Editor: Elga Maulina Putri
• 6 Hal Sederhana yang Tingkatkan Kesehatan Jantungmu dan Kurangi Resiko Penyakit Kardiovaskular
4. Mudah menangis
Mereka yang mengalami depresi juga memiliki gejala mudah menangis dan memiliki mata berair.
5. Binge eating
Istilah "binge watch" sering ditujukan bagi mereka yang keranjingan menonton. Sama halnya dengan "binge eating", mereka yang mengalami depresi seringkali makan terlalu banyak. Namun pada waktu lainnya bisa juga tak memiliki nafsu makan sama sekali. Ini adalah gejala depresi. Kehilangan atau bertambah berat badan sebanyak lima persen dari berat badan dalam sebulan, perlu menjadi perhatian.
6. Banyak tidur
Tidur terlalu sering juga merupakan salah satu gejala depresi. Tidur terlalu banyak atau pun tidak tidur sama sekali. Jika terjadi secara rutin, hal ini merupakan gejala dini depresi. Mereka yang mengalami depresi bisa merasakan kelelahan, meskipun banyak tidur.
7. Hilang konsentrasi
Orang yang merasa depresi seringkali hilang konsentrasi atau mudah terdistraksi. Pengobatan atau penanggulangan depresi bergantung pada gejala yang dirasakan. Bisa melalui pengobatan atau biasa atau pengobatan intensif di rumah sakit.
Banyak pasien dengan depresi merasakan keuntungan setelah mengikuti sesi konseling dan terapi tingkah laku. Meskipun keuntungan tersebut tidak didapatkan secara instan dalam satu kali kunjungan.
Jangan menyepelekan depresi jika telah mengetahui gejalanya sejak awal. Sebab orang-orang yang merasakan depresi memiliki kualitas hidup yang rendah. Bukan hanya itu, mereka pun lebih berisiko melakukan bunuh diri daripada mereka yang tidak mengalami depresi. Cobalah berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala depresi dan sedini mungkin mencegahnya lebih buruk. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sakit Kepala hingga Doyan Tidur, Waspadai Beragam Gejala Depresi"