Tanya Jawab Kesehatan
Apa Saja Faktor Risiko Stroke? Simak Penjelasan Spesialis Neurologi Yetty Hambarsari
Begini jawaban Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Hermina Solo dr. Yetty Hambarsari, Sp.N(K)., M.Kes mengenai stroke.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Stroke sering kali datang secara tiba-tiba dan bisa berdampak serius pada kesehatan, bahkan mengancam nyawa.
Banyak orang mengira stroke hanya menyerang usia lanjut, padahal saat ini kasus stroke juga semakin banyak terjadi pada usia muda.
Baca juga: Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Terjadi Stroke? Simak Jawaban dr. Igor Hermando
Penyebab utamanya adalah adanya faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.
Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua, yaitu faktor yang dapat dikendalikan dan faktor yang tidak dapat dikendalikan.
Dengan memahami faktor risiko tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan pencegahan sejak dini.
Pertanyaan:
Apa saja faktor risiko stroke?
Begini jawaban Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Hermina Solo dr. Yetty Hambarsari, Sp.N(K)., M.Kes
dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Faktor risiko stroke dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan faktor yang tidak bisa dikendalikan.
1. Faktor risiko stroke yang bisa dikendalikan
Faktor-faktor ini dapat ditekan atau dikontrol dengan pola hidup sehat dan pengobatan, antara lain, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kadar gula darah tinggi), kolesterol atau lemak darah tinggi, asam urat tinggi.
Juga pola hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, stres berlebihan, dan kurang tidur atau gangguan tidur.
Faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, rutin berobat, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Baca juga: Apa Langkah Pertama saat Gejala Stroke Terjadi? Simak Jawaban dr. Yetty, Sp.N K.,M.Kes
Sumber: Tribunnews.com
| Waspada Bahaya Self Medication, Bisa Bikin Penyakit Tambah Parah! Ini Penjelasan Menurut Apoteker |
|
|---|
| Jangan Sepelekan Swamedikasi, Begini Risiko jika Beli Obat Tanpa Konsultasi Apoteker |
|
|---|
| Pola Perhatian Tak Wajar Bisa Jadi Tanda Awal Child Grooming, Begini Penjelasan Menurut Psikolog |
|
|---|
| Berawal dari Perhatian hingga Berujung Ancaman, Begini Pendapat Psikolog Tentang Pola Child Grooming |
|
|---|
| Segala Jenis Manipulasi Harus Diwaspadai Orang Tua, Ini Pendapat Psikolog Tentang Child Grooming |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/HEALHTY-TALK-Jangan-Panik-Ini-Langkah-Pertama-Saat-Stroke-Terjadi.jpg)