Seperti halnya Farah, Ade juga menyatakan bahwa kematian Brigadir J disebabkan oleh tembakan di belakang kepala yang langsung mengenai batang otak.
"Yang fatal lagi adalah pada kepala belakang sisi kiri karena pada jalur lintasannya dia akan mengenai batang otak sehingga itu bersifat fatal dan dapat menimbulkan kematian yang bersifat seketika," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Richard Eliezer alias Bharada E mengaku telah menembak Brigadir J di bawah perintah atasannya, eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Meskipun dibantah, Bharada E menyebut bahwa Ferdy Sambo sempat ikut menembak Brigadir J.
Sementara itu, Ahli Balistik Arif Sumirat mengatakan bahwa peluru yang yang melukai tubuh Brigadir J berasal dari dua pistol.
Peluru yang fatal menembus dada Brigadir J, dikonfirmasi berasal dari pistol Glock-17 yang dipakai Bharada E.
Sementara, serpihan peluru di bagian kepala dinyatakan berbeda dari senjata pertama dan diduga berasal dari pistol HS yang diakui Ferdy Sambo dipakainya untuk menembak dinding.
Baca juga: Putri Candrawathi Justru Lecehkan Yosua? Pengacara Brigadir J: Cinta Ditolak Tembakan Bertindak
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Bukti Kuat Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Ito Sumardi menerangkan hasil uji balistik kasus penembakan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, beradasarkan keterangan ahli, terlihat jelas indikasi bahwa selain terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), terdakwa Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J.
Hal ini dibuktikan dari keterangan Ahli Balistik Arif Sumirat yang menyatakan ada dua senjata api, yakni Glock-17 dan HS yang digunakan untuk membunuh Brigadir J.
Baca juga: Tak Ada DNA Ferdy Sambo di 2 Pistol Pembunuh Brigadir J, Lawyer Bharada E Justru Merasa Diuntungkan
Bahkan, dalam persidangan di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022), Arif menyatakan ada penembakan dengan senjata HS yang dilakukan saat Brigadir J telah jatuh tersungkur.
Peluru yang kemudian bersarang di kepala tersebut disinyalir mengakibatkan kematian Brigadir J di TKP rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022).
"Keterangan ahli balistik mengatakan bahwa ada indikasi menembak ke bawah. Yang jelas di situ ada peluru masuk ke kepala yang menyebabkan kematian almarhum (Brigadir J)," beber Ito dikutip KOMPASTV, Rabu (14/12/2022).