Ia tak serta-merta percaya jika anak buah yang bekerja langsung di bawahnya itu tak terlibat.
Namun, Ferdy Sambo menggunakan fakta lokasi pembunuhan di rumah dinas untuk mendukung skenarionya.
Dengan kekuasaan besar untuk memerintah orang lain, Ferdy Sambo merasa bahwa dirinya mustahil akan dicurigai membuat masalah di rumah sendiri.
"Kapolri memberi kepercayaan itu dan Kapolri tanya berkali-kali, 'Apakah anda terlibat langsung?'," beber Sahroni.
"Jawaban yang pernah saya dengar, 'Saya kan di rumah saya sendiri, tidak mungkin saya akan menembak di rumah saya sendiri, kan saya bisa lakuin itu di luar dengan orang lain'."
Menurut Sahroni, skenario Ferdy Sambo yang telah menipu banyak orang tersebut perlu dipertanggung jawabkan.
Apalagi setelah menyebarkan kebohongan pada atasannya sendiri hingga ke sejumlah lembaga.
"Nah, ini adalah kebohongan luar biasa yang seharusnya tersangka Ferdy Sambo menerima semua tanggung jawab yang telah dia beberkan, dia prank ke semua orang."(TribunWow.com/Via)