Terkini Daerah

Pinjol di Semarang Tagih Utang bak Teror, Foto Nasabah Diedit Jadi DPO, Rumahnya Diserbu Paket COD

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LBH Jakarta mengungkap modus-modus pinjaman online (pinjol) kepada peminjam.

TRIBUNWOW.COM - Seorang yang pernah bekerja sebagai penagih utang di perusahaan pinjaman online (pinjol) yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah mengungkap fakta mencengangkan. 

Ia bercerita bagaimana cara penagih utang itu beraksi untuk menagih nasabahnya yang terlilit hutang. 

Cara-cara yang diungkapkan pun sedang melakukan aksi teror untuk menakut-nakuti nasabahnya. 

Baca juga: Sebar Foto Porno hingga Ancaman Santet, Ini Cara Pinjol Ilegal di Cengkareng Tagih Nasabah

Baca juga: Sosok Pemimpin Pinjol Ilegal yang Teror Ibu di Wonogiri hingga Akhiri Hidup, Uang Rp20 Miliar Disita

“Ya apapun dilakukan agar keterlambatan atau utang tersebut dibayar," katanya di Kota Semarang, Jumat (19/11/2021), dikutip dari Tribun Jateng

Mengancam nasabah bahkan dianggap merupakan hal yang biasa. 

Cara itu termasuk mengambil foto nasabah dan diedit menjadi gambar yang bisa dibilang tidak pantas.

Juga, dengan menyebarkan data diri nasabah dengan dikaitkan dengan hal-hal yang tidak semestinya. 

"Ada juga yang mengancam akan menyebarkan poto peminjam dan kontaknya sebagai wanita panggilan, jika targetnya wanita,” jelasnya.

Jika targetnya pria, biasanya diancam dengan cara menyebar foto serta identitas diri sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian.

Para penagih utang, biasanya akan melakukan pemesanan bayar di tempat yang ditujukan untuk nasabah. 

Baca juga: Pencuri Kembalikan Sebagian Barang Curian lalu Kirim Surat, Ngaku Terpaksa seusai Terjerat Pinjol

Baik itu pesanan barang, makanan, atau sedot WC. 

Hal itu akan dilakukan kepada nasabah yang sudah telat membayar hingga satu bulan. 

“Namun ada tingkatnya untuk memberi ancaman, misalnya keterlambatan pembayaran hampir satu bulan dan tak mau membayar,” terang Ade.

Terlebih bila nasabah sudah sulit untuk dihubungi. 

Menurut dia, bila keluarga yang menjadi kontak darurat juga sudah sulit dihubungi, itu menjadi sinyal bahwa nasabah tidak niat membayar tagihannya.

Halaman
123