TRIBUNWOW.COM - Bareskrim Polri berhasil meringkus MDA, pimpinan pinjaman online (online) yang meneror seorang ibu di Wonogiri hingga mengakhiri hidup.
Dilansir TribunWow.com, MDA merupakan ketua Koperasi Simpan Pinjam Sosulis Andalan Bersama yang mengelola sejumlah pinjol ilegal.
Dirtipideksus Bareskrim, Brigjen Helmy Santika menyebut satu di antara pinjol ilegal yang dimpimpin MDA adalah Fulus Mujur yang meneror ibu di Wonogiri.
Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan uang senilai Rp 20,4 miliar.
"Dari saudari MDA uang senilai Rp 20,4 miliar pada rekening Bank Neo Commerce dengan nomor rekening 0100027003 atas nama KSP Solusi Andalan Bersama," ungkap Helmy, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (23/10/2021).
Baca juga: Pencuri Kembalikan Sebagian Barang Curian lalu Kirim Surat, Ngaku Terpaksa seusai Terjerat Pinjol
Baca juga: Dikirimi Pinjol Uang padahal Tak Minta, Ibu Hamil Dipaksa Lunasi: Maki Saya Pakai Bahasa Hewan
Selain itu, pihak Bareskrim Polri juga menyita uang Rp11 juta terhadap rekening Bank Neo Commerce dengan nomor rekening 88840000009013 atas nama KSP Solusi Andalan Bersama.
"Disita akte pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerjasama dengan payment gateway, handphone."
Pendana pinjol ilegal tersebut merupakan seorang warga negara Tiongkok berinisial JS.
Diduga, JS mengelola sejumlah aplikasi pinjol ilegal yang beroperasi di Indonesia.
Korban Akhiri Hidup
WPS (38) nekat mengakhiri hidupnya seusai terjerat 23 pinjol ilegal sekaligus.
Ia mengakhiri hidup di rumahnya di Desa Selomarto, Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2021) lalu.
Sebelum mengakhiri hidupnya, WPS sempat curhat terlilit utang Rp 51,3 juta di 23 aplikasi pinjol.
Ibu rumah tangga di Wonogiri itu tak kuat terus diteror para kolektol pinjol ilegal tersebut.
"Yang kami ungkap, ini nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jawa Tengah. Mungkin rekan-rekan sudah tahu ada ibu yang meninggal gantung diri," terang Helmy.