Terkini Nasional

Bahas Radikalisme, Politisi Demokrat Sindir Menag Fachrul Razi: Rakyat Berhak Menilai

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Demokrat menilai buruk cara kerja Menteri Agama Fachrul Razi dalam menangani permasalahan radikalisme di Indonesia

Ia kemudian memaparkan beberapa faktor yang memungkinkan memicu terjadinya radikalisme.

"Misalnya faktor eksternal bisa mempengaruhi Indonesia atau masyarakat kita, atau faktor kemiskinan juga bisa mempengaruhi," papar Andi.

Andi kembali menegaskan kepada pemerintah untuk segera mengungkap faktor pemicu utama dari munculnya radikalisme di Indonesia.

"Karena itu pemerintah yang menangani masalah radikalisme ini harus mengungkap persoalan utamanya apa," jelasnya.

Soal Pesan Sri Mulyani, Pengamat Terorisme Soroti Kaitan Penampilan dan Radikalisme: Alarm yang Baik

Mardani Ali Sera Sindir Fachrul Razi soal Radikalisme

 Perdebatan terjadi antara Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga.

Dilansir TribunWow.com, perdebatan itu terjadi setelah keduanya kembali mengungkit kebijakan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal radikalisasi.

Melalui tayangan KompasTV, Senin (30/12/2109), mulanya Mardani Ali terang-terangan menyebut kebijakan Menag hanya menimbulkan kegaduhan.

• Soal Perpanjangan Izin FPI, Menag Fachrul Razi Bandingkan dengan HTI, Singgung soal AD/ART

Mardani Ali bahkan menyebut kebijakan Menag tak memiliki konsep yang jelas.

"Saya menilainya tidak punya konsep yang utuh," ujar Mardani Ali.

Lantas, ia pun menyinggung soal wacana pelarangan celana cingkrang di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS).

"Contoh tentang kenyatan Pak Menteri Agama, redikalikasi sangat dangkal sangat dangkal ketika cuma dikaitkan dengan celana cingkrang, jenggotan," ujar Mardani Ali.

Melanjutkan penjelasannya, Mardani Ali justru menyinggung nama putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid.

"Saya malah lebih kagum Mbak Alissa Wahid ketika mengajukan bukan deradikalisais tapi moderasi, bagaimana semua ke tengah," ucap Mardani Ali.

"Nah ini konspenya dari awal enggak jelas."

Halaman
1234