Terkini Nasional
Program Baru yang akan Dijalankan Kemenkes Tahun Ini Terancam Terdampak Efisiensi Anggaran
Pemangkasan anggaran di Kemenkes ini merupakan imbas dari diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Efisiensi anggaran diberlakukan di beberapa kementerian di era Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Termasuk Kementerian Kesehatan yang juga terdampak efisiensi anggaran tahun ini.
Tercatat lebih dari Rp 19,5 triliun anggaran dari Kementerian Kesehatan dipangkas.
Baca juga: Saat 5 Menteri Bahas Makan Siang Gratis setelah Sidang Kabinet, Budi Gunadi: Rp 15 Ribu Kenyang Gak?
Pemangkasan anggaran di Kemenkes ini merupakan imbas dari diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025.
Total anggaran Kemenkes sebelum terkena pemangkasan senilai Rp 105,7 triliun.
Artinya, efisiensi yang dilakukan sebesar 18,54 persen dari pagu anggaran.
Padahal, Kemenkes menjadi sektor kementerian paling penting karena menyangkut program kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apakah pelayanan kesehatan terdampak?
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, dari hasil diskusi dengan DPR, ada beberapa program Kemenkes yang kemungkinan perlu adanya efisiensi.
"Dari diskusi dengan teman DPR, ada yang disarankan ini bisa efisiensi, ini enggak. Jadi ada mungkin beberapa realokasi yang diperlukanlah untuk program prioritas tersebut," ujar Budi Gunadi saat ditemui di Auditorium Herman Susilo Ditjen Tenaga Kesehatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025).
Budi Gunadi mengakui, terdapat program prioritas Kemenkes yang tidak cukup masuk dalam anggaran sehingga dibutuhkan penyesuaian.
"Kami memang masih ada beberapa program prioritas yang enggak cukup untuk bisa masuk dengan uang tersebut," katanya.
Salah satu layanan kesehatan yang terancam dipangkas yakni pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang baru akan diterapkan pada tahun ini.
Budi menyebutkan, target sasaran cek kesehatan gratis sebanyak 280 juta.
Sementara Kemenkes telah menganggarkan untuk 200 juta sasaran.
Sumber: Kompas.com
| BPKH Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Masyarakat Indonesia: Bikin Haji Tak Pandang soal Latar Belakang |
|
|---|
| Semangat Lukman Busra: Penjual Bakso Bakar di Dibal Boyolali yang Sukses Pergi Haji di Usia Muda |
|
|---|
| Tangis Haru Tukang Gali Kubur di Solo: Berjuang Haji Bersama, Ditinggal 1 Tahun Sebelum Berangkat |
|
|---|
| Seruan Baitullah untuk Semua: Perjuangan Tukang Gali Kubur dan Tambal Ban di Solo Bukti Nyatanya |
|
|---|
| Ikhtiar Berkelanjutan BPKH Wujudkan Mimpi semua Bisa Haji Tanpa Terkecuali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/wakil-menteri-bumn-budi-gunadi-sadikin-saat-diperkenalkan-presiden-ri-joko-widodo.jpg)