Breaking News:

Konflik Iran Vs Israel

Mengenal Jenis Rudal yang Dipakai Iran saat Lakukan Serangan ke Israel, Buat Zionis Ketar-ketir

Korps Garda Revolusi Islam IRGC Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke lokasi militer Israel di wilayah pendudukan pada Selasa (1/10/2024) malam.

AFP/AHMAD GHARABLI
Gambar ini menunjukkan proyektil yang dicegat oleh Israel di dekat kota utara Baqa al-Gharbiya pada tanggal 1 Oktober 2024.(Photo by Ahmad GHARABLI / AFP) 

Kecepatan terminalnya adalah Mach 13 hingga 15 (16.000 hingga 18.500 kilometer per jam), tiga kali lebih cepat dari batas bawah kecepatan hipersonik (Mach 5).

Kecepatan ini, bersama dengan nosel bergerak yang memungkinkan rudal bermanuver ke segala arah baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi, membuatnya kebal terhadap intersepsi oleh semua sistem antirudal yang ada.

Fitur utama rudal canggih ini meliputi mesin roket canggih, material yang tahan terhadap suhu tinggi, dan sistem pemandu yang kompleks.

Jenderal Hajizadeh saat itu menyatakan bahwa rudal tersebut telah menjalani semua pengujian tanpa masalah.

Produksi Fattah-1 menandai "lompatan raksasa" dalam industri rudal Iran, ujarnya.

Baca juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, Netanyahu Serukan Bertempur dengan Kekuatan Penuh

Sebelum Iran, hanya Rusia, China, dan India yang menguasai teknologi untuk memproduksi rudal hipersonik operasional, di mana Korea Utara menyusul kemudian.

Pada bulan November tahun lalu, Iran memperkenalkan model Fattah-2 yang telah disempurnakan. 

Meskipun tahap pertamanya tetap sama dengan versi awal, tahap kedua memiliki desain hulu ledak yang berbeda.

Pendorong bahan bakar padat Fattah-2 membawa hulu ledak luncur, sehingga menciptakan klasifikasi baru di bidang ini: Hypersonic Cruise Glide Vehicle (HCGV).

Fattah-2 memiliki jangkauan 1.400 km, panjang sekitar 12 meter, dan berat hingga 4.100 kilogram.

Sementara tahap kedua seberat 500 kg, di mana 200 kg di antaranya adalah muatan peledak.

Serangan Rudal Iran ke Israel 1 Oktober 2024

Iran meluncurkan ratusan rudal ke wilayah pendudukan Israel pada Senin (1/10/2024) malam waktu setempat.

Rincian pasti operasi Iran masih belum jelas, tetapi Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal tersebut ditujukan ke target militer dan keamanan vital di Israel, dilansir Al Jazeera.

IRGC kemudian mengatakan bahwa serangannya ditujukan secara khusus ke tiga pangkalan militer di wilayah Tel Aviv.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
IranIsraelGazaPalestinaRudalIsmail HaniyehHamas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved