Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Bukannya Ucap Duka, Joe Biden Justru Sebut Penembakan Aktivis Amerika oleh Israel adalah Kecelakaan

Keluarga Aysenur Eygi mengatakan, Presiden AS Joe Biden, belum juga menelepon untuk menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Eygi karena tertembak.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Lailatun Niqmah
Kolase X/@JoeBiden/@RepPressley
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden (kiri) dan Ezgi Eygi (kanan), aktivis berkewarganegaraan AS-Turki yang ditembak mati oleh Israel pada Jumat (6/9/2024) di Tepi Barat. Joe Biden belum juga mengucapkan bela sungkawa atas kematian aktivis Amerika tersebut. 

"Tidak seorang pun boleh ditembak dan dibunuh karena menghadiri protes."

"Tidak seorang pun harus mempertaruhkan nyawanya hanya karena mengekspresikan pandangan mereka secara bebas," ucap Antony Blinken kepada wartawan di London.

Baca juga: Kejinya Israel Serang Khan Younis di saat Pengungsi Palestina Terlelap, 40 Warga Tewas

Antony menambahkan gagasannya. 

"Sekarang kita melihat warga negara Amerika kedua terbunuh di tangan pasukan keamanan Israel."

"Itu tidak dapat diterima," kata Antony Blinken.

Pasukan keamanan Israel perlu membuat beberapa perubahan mendasar, bagaimana cara mereka beroperasi di Tepi Barat, termasuk perubahan pada aturan keterlibatan mereka.

Militer Israel sebelumnya mengatakan, penyelidikan oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer sedang berlangsung dan temuannya akan diserahkan untuk peninjauan tingkat tinggi.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan, komandannya telah melakukan penyelidikan awal atas insiden yang terjadi kepada Eygi, dan menemukan tembakan itu tidak ditujukan kepada Eygi, melainkan kepada individu lain. 

Baca juga: AS Jatuhi Sanksi kepada Israel atas Kekerasan Pemukim di Tepi Barat Warga Palestina

Keluarga Eygi pun memberikan pendapatnya dalam sebuah pernyataan, di mana mereka mengaku sangat tersinggung dengan omongan Israel.

"Kami sangat tersinggung dengan anggapan bahwa pembunuhannya oleh penembak jitu terlatih tidak disengaja," ujar keluarga Eygi.

Serangan brutal pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat memicu kemarahan di kalangan sekutu Israel di Barat, termasuk Amerika Serikat

Ketegangan meningkat di tengah perang Israel melawan militer Hamas di Gaza. 

Sejak perang Timur Tengah pada 1967, Israel telah menduduki Tepi Barat Sungai Yordan.

Israel telah membangun banyak permukiman di Tepi Barat yang dianggap ilegal oleh sebagian negara. 

(Magang TribunWow.com/Marita Nur Isnawati)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News.

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Perang Israel Vs HamasIsraelAmerika SerikatJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved