Perang Israel Vs Hamas
Bukannya Ucap Duka, Joe Biden Justru Sebut Penembakan Aktivis Amerika oleh Israel adalah Kecelakaan
Keluarga Aysenur Eygi mengatakan, Presiden AS Joe Biden, belum juga menelepon untuk menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Eygi karena tertembak.
Penulis: ElfanNugg
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Keluarga Aktivis Amerika, Aysenur Ezgi Eygi, mengatakan pada Selasa (10/9/2024), bahwa Gedung Putih dan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) belum juga menelepon untuk menyampaikan belasungkawanya atas kematian Eygi.
Ezgi Eygi ditembak mati oleh pasukan Israel pada Jumat (6/9/2024) saat melakukan protes terhadap pemukiman ilegal Israel di Beita, sebuah Kota di luar Nablus, Tepi Barat yang diduduki oleh Israel.
Dilansir The Guardian, pejabat Turki dan Palestina mengatakan, Israel menembak Eygi yang merupakan seorang relawan dari kelompok aktivis Gerakan Solidaritas Internasional (ISM), di bagian kepala.
Militer Israel mengatakan pada Selasa (10/9/2024), penyelidikan awal dimungkinkan pasukannya telah melepaskan tembakan yang menewaskan Eygi.
Akan tetapi, Israel menyebut kematian Eygi tidak disengaja dan pihaknya menyuarakan penyesalan yang mendalam.
Baca juga: Israel Was-was, Kekuatan Hamas di Jalur Gaza Utara Makin Bertambah, Tentara IDF Dilema
Di sisi lain, Joe Biden memberikan pernyataan terkait penembakan Eygi, Selasa (10/9/2024).
Akan tetapi, alih-alih mengucapkan belasungkawa, Joe Biden justru menyebut penembakan ini adalah kecelakaan tak disengaja, bukan pembunuhan.
"Tampaknya itu kecelakaan, benda itu memantul ke tanah, dan dia tertabrak secara tidak sengaja. Saya sedang mencari tahu sekarang," ujar Joe Biden.
Sementara itu, keluarga Eygi menyebut penyelidikan awal yang dilakukan oleh Israel sangat tidak memadai, oleh karena itu ia menuntut penyelidikan independen AS.
Hamid Ali, yang merupakan suami Eygi, menanggapi komentar Joe Biden.
Ia mengatakan, kematian istrinya bukanlah sebuah kecelakaan, dan para pembunuhnya harus bertanggung jawab.
“Gedung Putih belum berbicara dengan kami."
"Selama empat hari, kami menunggu Presiden AS, Joe Biden mengangkat telepon dan melakukan hal yang benar,” ujar Hamid Ali.
Baca juga: Kilas Peristiwa: Mengingat Momen Hamas Lumpuhkan 400 Tentara Israel saat Perang di Gaza 2014 Silam
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan, Lloyd Austin, mengkritik pasukan keamanan sekutu terdekat Washington di Timur Tengah, pembunuhan Eygi tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan.
Washington akan mendesak pemerintah Israel, agar membuat perubahan cara pasukannya beroperasi di Tepi Barat.
Sumber: TribunWow.com
Hamas akan Nyatakan Kemenangan dalam Perang Gaza Lawan Israel setelah Kesepakatan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Tentara Israel IDF Diklaim Alami Rugi Besar di Jabalia, Disebut Lakukan Serangan Tanpa Arah |
![]() |
---|
Kegagalan Intelijen Israel pada 7 Oktober Buktikan Hamas Sulit Disusupi |
![]() |
---|
Ali Khamenei Sebut Tak Butuh Pasukan Proksi: Pejuang Perlawanan Bertempur atas Keyakinan Sendiri |
![]() |
---|
Ali Khamenei Tegas Teheran Katakan Tidak Butuh Pasukan Proksi seperti Hizbullah-Houthi |
![]() |
---|