Breaking News:

Doa Surat Al Waqiah

Bacaan Doa: 10 Manfaat Membaca Surat Al Waqiah, Bisa Dijauhkan dari Kemiskinan dan Mendapat Kekayaan

Berikut ini 10 manfaat membaca surat Al Waqiah, yang bisa Anda amalkan sehari-hari, lengkap dengan bacaannya dalam bahasa arab, latin, serta artinya.

Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi membaca Alquran. Berikut ini 10 manfaat membaca surat Al Waqiah, yang bisa Anda amalkan sehari-hari, lengkap dengan bacaannya dalam bahasa arab, latin, serta artinya. 

TRIBUNWOW.COM - Membaca surat Al Waqiah memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim.

Manfaat membaca surat Al Waqiah di antaranya memperoleh rezeki yang berlimpah, dijauhkan dari kemiskinan, hingga mendapat syafaat saat hari kiamat.

Dikutip dari TribunMedan, berikut ini 10 manfaat membaca surat Al Waqiah, yang bisa Anda amalkan sehari-hari, lengkap dengan bacaannya dalam bahasa arab, latin, serta artinya.

Manfaat Membaca Surat Al Waqiah

Baca juga: Bacaan Doa Ayat Seribu Dinar, Bahasa Arab, Latin dan Waktu Mustajab Membacanya agar Rezeki Berlimpah

1. Dijauhkan dari Kemiskinan

Manfaat surat Al Waqiah jika seorang umat muslim rajin membacanya setiap hari, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dijauhkan dari kemiskinan.

2. Mendapat Kekayaan dan Rezeki Berlimpah

Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 14 kali seusai sholat Ashar maka orang tersebut akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah dan tidak akan ada habisnya.

Seperti yang telah dijelaskan dalam suatu hadits yang berbunyi, " Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan." (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Setiap selesai sholat fardhu, bacalah surat Al Waqiah sebanyak 25 kali sehingga sampai pada malam Jumat berikutnya.

Pada malam Jumat berikutnya tersebut sesudah sholat Maghrib, maka baca Surat Al Waqiah sebanyak 25 kali, sesudah sholat Isya dibacakan kembali sebanyak 125 kali diikuti dengan Sholawat Nabi 1.000 kali.

Sesudah selesai, maka perbanyak juga sedekah dan amalkan surat ini sekali pada pagi dan petang. Maka Insya Allah seseorang yang membacanya akan memperoleh kekayaan dan rezeki berlimpah.

3. Akan Dikabulkannya Seluruh Hajat yang Berhubungan dengan Rezeki

Jika surat Al Waqiah dibaca sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka Insya Allah akan ditunaikan semua hajat yang dimohonkan terutama yang berhubungan dengan rezeki.

4. Mempermudah Sakaratul Maut

Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah dapat mempermudah sakaratul maut. Jika orang yang sedang sakaratul maut dibacakan surat Al Waqiah, maka akan dipermudah ruhnya keluar dari jasad seseorang, sehingga tidak akan merasakan sakaratul maut terlalu lama.

5. Dilindungi dari Adanya Kemudharatan Dunia

Jika surat Al Waqiah ini dibacakan untuk atau oleh wanita dan juga gadis, maka akan berguna untuk melindungi diri dari segala macam kemudaratan dunia sekaligus terhindar juga dari kemiskinan.

6. Tidak akan Ditimpa Kefakiran

Abdullah bin Mas'ud pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa yang membaca Surat Al Waqiah setiap hari, niscaya ia tidak akan ditimpakan kekafiran. Kekafiran adalah salah satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

7. Merupakan Surat Kekayaan

Manfaat surat Al Waqiah yang berikutnya adalah surat ini merupakan surat kekayaan.

Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah pada malam Jumat, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia, surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Dengan membaca surat Al Waqiah setiap hari maka dapat memudahkan seseorang mendapatkan rezeki yang halal, pun nikmat Allah yang terus mengalir.

8. Diberikan Syafaat pada Hari Kiamat

Diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al Waqiah, dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah." (Tsawabul A’mal, hlm 117).

9. Diberikan Ketenangan Jiwa dan Raga oleh Allah

Dalam hal ini, Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: " Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqiah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama." (Tsawabul A’mal, halaman 117).

10. Mengajarkan Tauhid kepada Umat Muslim

Dalam surat Al Waqiah mengajarkan tentang tauhid yang membuat umat muslim percaya pada Allah dan semakin membuat sesorang yakin jika semuanya sudah diatur dengan baik oleh Allah SWT termasuk dalam urusan rezeki.

Bacaan Surat Al Waqiah

Berdasarkan quran.kemenag.go.id, berikut ini bacaan Surat Al Waqiah lengkap yang bisa Anda baca sehari-hari.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ - ١

Iżā waqa'atil-wāqi'ah

1. Apabila terjadi hari Kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ - ٢

Laisa liwaq'atihā kāżibah

2. Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ - ٣

Khāfiḍatur rāfi'ah

3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ - ٤

Iżā rujjatil-arḍu rajjā

4. Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ - ٥

Wa bussatil-jibālu bassā

5. Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ - ٦

Fa kānat habā`am mumbaṡṡā

6. Maka jadilah ia debu yang beterbangan,

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ - ٧

Wa kuntum azwājan ṡalāṡah

7. Dan kamu menjadi tiga golongan,

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ - ٨

Fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah

8. Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ - ٩

Wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah

9. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ - ١٠

Was-sābiqụnas-sābiqụn

10. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ - ١١

Ulā`ikal-muqarrabụn

11. Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ - ١٢

Fī jannātin-na'īm

12. Berada dalam surga kenikmatan,

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ - ١٣

Sullatum minal-awwalīn

13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ - ١٤

Wa qalīlum minal-ākhirīn

14. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ - ١٥

'Alā sururim mauḍụnah

15. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ - ١٦

Muttaki`īna 'alaihā mutaqābilīn

16. Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ - ١٧

Yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn

17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ - ١٨

Bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma'īn

18. Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ - ١٩

Lā yuṣadda'ụna 'an-hā wa lā yunzifụn

19. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ - ٢٠

Wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn

20. Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ - ٢١

Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahụn

21. Dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ - ٢٢

Wa ḥụrun 'īn

22. Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,

كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ - ٢٣

Ka`amṡālil-lu`lu`il-maknụn

23. Laksana mutiara yang tersimpan baik.

جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ - ٢٤

Jazā`am bimā kānụ ya'malụn

24. Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ - ٢٥

Lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā ta`ṡīmā

25. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,

اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا - ٢٦

Illā qīlan salāman salāmā

Baca juga: Kumpulan Bacaan Doa Pembuka Pintu Rezeki agar Semakin Berlimpah, Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

26. Tetapi mereka mendengar ucapan salam.

وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ - ٢٧

Wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn

27. Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ - ٢٨

Fī sidrim makhḍụd

28. (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ - ٢٩

Wa ṭal-ḥim manḍụd

29. Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ - ٣٠

Wa ẓillim mamdụd

30. Dan naungan yang terbentang luas,

وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ - ٣١

Wa mā`im maskụb

31. Dan air yang mengalir terus-menerus,

وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ - ٣٢

Wa fākihating kaṡīrah

32. Dan buah-buahan yang banyak,

لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ - ٣٣

Lā maqṭụ'atiw wa lā mamnụ'ah

33. Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ - ٣٤

Wa furusyim marfụ'ah

34. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ - ٣٥

Innā ansya`nāhunna insyā`ā

35. Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,

فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ - ٣٦

Fa ja'alnāhunna abkārā

36. Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

عُرُبًا اَتْرَابًاۙ - ٣٧

'Uruban atrābā

37. Yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,

لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ ࣖ - ٣٨

Li`aṣ-ḥābil-yamīn

38. Untuk golongan kanan,

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ - ٣٩

Sullatum minal-awwalīn

39. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ - ٤٠

Wa ṡullatum minal-ākhirīn

40. Dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ - ٤١

Wa aṣ-ḥābusy-syimāli mā aṣ-ḥābusy-syimāl

41. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ - ٤٢

Fī samụmiw wa ḥamīm

42. (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ - ٤٣

Wa ẓillim miy yaḥmụm

43. Dan naungan asap yang hitam,

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ - ٤٤

Lā bāridiw wa lā karīm

44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ - ٤٥

Innahum kānụ qabla żālika mutrafīn

45. Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ - ٤٦

Wa kānụ yuṣirrụna 'alal-ḥinṡil-'aẓīm

46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ - ٤٧

Wa kānụ yaqụlụna a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn

47. Dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ - ٤٨

A wa ābā`unal-awwalụn

48. Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ - ٤٩

Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn

49. Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,

لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ - ٥٠

Lamajmụ'ụna ilā mīqāti yaumim ma'lụm

50. Pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ - ٥١

ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn

51. Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ - ٥٢

La`ākilụna min syajarim min zaqqụm

52. Pasti akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ - ٥٣

Fa māli`ụna min-hal-buṭụn

53. Maka akan penuh perutmu dengannya.

فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ - ٥٤

Fa syāribụna 'alaihi minal-ḥamīm

54. Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ - ٥٥

Fa syāribụna syurbal-hīm

55. Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ - ٥٦

Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ - ٥٧

Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn

57. Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ - ٥٨

A fa ra`aitum mā tumnụn

58. Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ - ٥٩

A antum takhluqụnahū am naḥnul-khāliqụn

59. Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ - ٦٠

Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn

60. Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ - ٦١

'Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta'lamụn

61. Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ - ٦٢

Wa laqad 'alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn

62. Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ - ٦٣

A fa ra`aitum mā taḥruṡụn

63. Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ - ٦٤

A antum tazra'ụnahū am naḥnuz-zāri'ụn

64. Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ - ٦٥

Lau nasyā`u laja'alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn

65. Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ - ٦٦

Innā lamugramụn

66. (Sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ - ٦٧

Bal naḥnu mahrụmụn

67. Bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ - ٦٨

A fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn

68. Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ - ٦٩

A antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn

69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ - ٧٠

Lau nasyā`u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurụn

70. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ - ٧١

A fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn

71. Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ - ٧٢

A antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munsyi`ụn

72. Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ - ٧٣

Naḥnu ja'alnāhā tażkirataw wa matā'al lil-muqwīn

73. Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ - ٧٤

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm

74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ - ٧٥

Fa lā uqsimu bimawāqi'in-nujụm

75. Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ - ٧٦

Wa innahụ laqasamul lau ta'lamụna 'aẓīm

76. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ - ٧٧

Innahụ laqur`ānung karīm

77. Dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ - ٧٨

Fī kitābim maknụn

78. Dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ - ٧٩

Lā yamassuhū illal-muṭahharụn

79. Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ - ٨٠

Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

80. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ - ٨١

A fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn

81. Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an),

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ - ٨٢

Wa taj'alụna rizqakum annakum tukażżibụn

82. Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ - ٨٣

Falau lā iżā balagatil-ḥulqụm

83. Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ - ٨٤

Wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn

84. Dan kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ - ٨٥

Wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn

85. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ - ٨٦

Falau lā ing kuntum gaira madīnīn

86. Maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ - ٨٧

Tarji'ụnahā ing kuntum ṣādiqīn

87. Kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ - ٨٨

Fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn

88. Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ - ٨٩

Fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na'īm

89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ - ٩٠

Wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn

90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ - ٩١

Fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn

91. Maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ - ٩٢

Wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn

92. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ - ٩٣

Fa nuzulum min ḥamīm

93 Maka dia disambut siraman air yang mendidih,

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ - ٩٤

Wa taṣliyatu jaḥīm

94. Dan dibakar di dalam neraka.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ - ٩٥

Inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn

95. Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ - ٩٦

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm

96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

(TribunWow.com)

Ikuti Saluran WhatsApp TribunWow dan Google News  TribunWow untuk update berita populer lainnya

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Baca Surat Al Waqiah, Disebut Surat Kekayaan, Keutamaannya Membuka Pintu Pintu Rezeki

Tags:
Surat Al WaqiahBacaan doaAlqurandoapembuka pintu rezekiTribunEvergreen
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved