Breaking News:

Doa Surat Al Waqiah

Bacaan Doa: Surat Al Waqiah Ayat 50-96 Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan Indonesia

Surat Al Waqiah terdiri dari 96 ayat, dan merupakan surat ke-56 dalam Alquran, yang tepatnya terdapat pada juz ke-27, berikut bacaan serta keutamaan.

Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Umat Islam membaca Alquran. Surat Al Waqiah terdiri dari 96 ayat, dan merupakan surat ke-56 dalam Alquran, yang tepatnya terdapat pada juz ke-27, berikut bacaan serta keutamaan. 

TRIBUNWOW.COM - Membaca Alquran surat Al Waqiah memiliki banyak keutamaan, seperti mendapat rezeki berlimpah, dijauhkan dari kemiskinan, sampai memeroleh syafaat ketika hari kiamat.

Surat Al Waqiah terdiri dari 96 ayat, dan merupakan surat ke-56 dalam Alquran, yang tepatnya terdapat pada juz ke-27.

Surat Al Waqiah menerangkan tentang kejadian hari kiamat, serta pembalasan Allah SWT di hari tersebut.

Berikut ini bacaan surat Al Waqiah ayat ke-50 hingga 96 yang bisa Anda baca atau pelajari dan pahami maknanya.

Baca juga: Bacaan Doa: 10 Manfaat Membaca Surat Al Waqiah, Bisa Dijauhkan dari Kemiskinan dan Mendapat Kekayaan

Surat Al Waqiah Ayat 50-96

50. Pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ - ٥١

ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn

51. Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ - ٥٢

La`ākilụna min syajarim min zaqqụm

52. Pasti akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ - ٥٣

Fa māli`ụna min-hal-buṭụn

53. Maka akan penuh perutmu dengannya.

فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ - ٥٤

Fa syāribụna 'alaihi minal-ḥamīm

54. Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ - ٥٥

Fa syāribụna syurbal-hīm

55. Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ - ٥٦

Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ - ٥٧

Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn

57. Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ - ٥٨

A fa ra`aitum mā tumnụn

58. Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ - ٥٩

A antum takhluqụnahū am naḥnul-khāliqụn

59. Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ - ٦٠

Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn

60. Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ - ٦١

'Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta'lamụn

61. Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ - ٦٢

Wa laqad 'alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn

62. Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ - ٦٣

A fa ra`aitum mā taḥruṡụn

63. Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ - ٦٤

A antum tazra'ụnahū am naḥnuz-zāri'ụn

64. Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ - ٦٥

Lau nasyā`u laja'alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn

65. Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ - ٦٦

Innā lamugramụn

66. (Sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ - ٦٧

Bal naḥnu mahrụmụn

67. Bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ - ٦٨

A fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn

68. Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ - ٦٩

A antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn

69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ - ٧٠

Lau nasyā`u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurụn

70. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ - ٧١

A fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn

71. Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ - ٧٢

A antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munsyi`ụn

72. Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ - ٧٣

Naḥnu ja'alnāhā tażkirataw wa matā'al lil-muqwīn

73. Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ - ٧٤

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm

74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ - ٧٥

Fa lā uqsimu bimawāqi'in-nujụm

75. Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ - ٧٦

Wa innahụ laqasamul lau ta'lamụna 'aẓīm

76. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ - ٧٧

Innahụ laqur`ānung karīm

77. Dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ - ٧٨

Fī kitābim maknụn

78. Dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ - ٧٩

Lā yamassuhū illal-muṭahharụn

79. Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ - ٨٠

Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

80. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ - ٨١

A fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn

81. Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an),

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ - ٨٢

Wa taj'alụna rizqakum annakum tukażżibụn

82. Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ - ٨٣

Falau lā iżā balagatil-ḥulqụm

83. Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ - ٨٤

Wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn

84. Dan kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ - ٨٥

Wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn

85. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ - ٨٦

Falau lā ing kuntum gaira madīnīn

86. Maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ - ٨٧

Tarji'ụnahā ing kuntum ṣādiqīn

87. Kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ - ٨٨

Fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn

88. Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ - ٨٩

Fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na'īm

89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ - ٩٠

Wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn

90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ - ٩١

Fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn

91. Maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ - ٩٢

Wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn

92. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ - ٩٣

Fa nuzulum min ḥamīm

93 Maka dia disambut siraman air yang mendidih,

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ - ٩٤

Wa taṣliyatu jaḥīm

94. Dan dibakar di dalam neraka.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ - ٩٥

Inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn

95. Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ - ٩٦

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm

96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

(TribunWow.com)

Ikuti Saluran WhatsApp TribunWow dan Google News  TribunWow untuk update berita populer lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Surat Al WaqiahBacaan doaTribunEvergreen
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved