Perang Israel Vs Hamas
Ayah di Gaza Ingin Meninggal setelah Kehilangan Keluarga, Kaki Patah hingga Luka Serpihan Peluru
Ahmed merupakan korban kejahatan perang Israel di mana ia terkena beberapa pecahan peluru di berbagai tubuhnya termasuk perutnya.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang warga Gaza, Palestina, Ahmed Isleem berharap dirinya meninggal dunia, Kamis (30/11/2023).
Dikutip dari Al Jazeera, hal itu dikatakan Ahmed setelah istri dan anak perempuannya tewas bersama 10 anggota keluarga lainnya.
Bahkan, Ahmed sama sekali sudah tak memiliki tetangga karena serangan Israel di lingkungannya.
Baca juga: Israel Ogah Stop Serang Gaza, Tak Peduli Warganya yang Disandera Hamas Turut Jadi Korban
Ahmed sendiri saat ini terbaring di tempat tidur di RS European Gaza di Kota Selatan Khan Younis.
Ia berbaring dikelilingi orang suara pasien lain yang mengerang dan menangis kesakitan karena jadi korban perang Israel.
Diketahui, Ahmed ditarik keluar dari bawah reruntuhan rumahnya pada bulan lalu.
"Saya tidak percaya bahwa saya masih hidup," kata Ahmed.
"Keluar dari bawah reruntuhan sangatlah sulit. Saya berharap saya menjadi pejuang yang meninggal bersama keluarga daripada penderitaan dan kesakitan yang saya alami sekarang," tambahnya.
Baca juga: Berapa Bantuan yang Sudah Diterima Palestina saat Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata?
Ahmed merupakan korban kejahatan perang Israel di mana ia terkena beberapa pecahan peluru di berbagai tubuhnya termasuk perutnya.
Warga Gaza itu menjalani operasi pada sistem pencernaannya dan operasi lainnya untuk memasukkan platinum ke kakinya setelah patah.
“Tidak ada keamanan, tidak ada pengobatan, tidak ada apa-apa,” katanya.
“Saya tidak dapat menahan rasa sakit saya dan jeritan orang-orang yang terluka di sekitar saya juga.”
Saat ini pasokan medis dan bahan bakar di Palestina sangat terbatas karena Israel menargetkan rumah sakit dan sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza.
Baca juga: Melihat Peluang Gencatan Senjata Israel Vs Hamas Diperpanjang, IDF Sudah Diingatkan soal Tujuannya
Seluruh beban rumah sakit berada di bagian tengah dan selatan wilayah Palestina.
Lantaran rumah sakit di bagian utara dan Kota Gaza sudah tak lagi berfungsi.