Perang Israel Vs Hamas
Ayah di Gaza Ingin Meninggal setelah Kehilangan Keluarga, Kaki Patah hingga Luka Serpihan Peluru
Ahmed merupakan korban kejahatan perang Israel di mana ia terkena beberapa pecahan peluru di berbagai tubuhnya termasuk perutnya.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
Rumah Sakit Gaza Eropa menerima puluhan warga Palestina yang tewas dan terluka setiap hari.
Beberapa di antaranya merupakan rujukan dari rumah sakit lain yang kewalahan.
Ini juga merupakan tempat perlindungan bagi para pengungsi, meskipun kekurangan perbekalan.
Gencatan Senjata Ditambah
Genjatan senjata antara Israel dan Hamas telah diperpanjang untuk hari ke tujuh, Kamis (30/11/2023) WIB.
Dikutip dari Al Jazeera, sumber dari kedua belah pihak mengumumkan gencatan senjata itu resmi diperpanjang beberapa menit sebelum berakhirnya gencatan senjata hari keenam.
Hingga satu jam terakhir, prospek perpanjangan masih dipertanyakan.
Baca juga: Berapa Bantuan yang Sudah Diterima Palestina saat Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata?
Saat itu kedua belah pihak gagal menyepakati daftar baru warga Israel yang akan dibebaskan dari Gaza pada Kamis.
Militer Israel mengatakan bahwa jeda sementara pertempuran di Jalur Gaza akan terlus berlanjut saat itu.
"Mengingat upaya para mediator untuk melanjutkan proses pembebasan sandera dan tunduk pada ketentuan perjanjian," kata militer Israel.
Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan kesepakatan telah dicapai untuk memperpanjang gencatan senjata sementara.
Diketahui gencatan itu diawali pada Jumat (24/11/2023) lalu.
Baca juga: Hamas Undang Elon Musk ke Palestina untuk Lihat Langsung Kekejaman Israel yang Bantai Warga Gaza
Qatar adalah penengah dari gencatan senjata Israel dan Hamas yang mengatakan soal ketentuan pembebasan sandera.
Hamas membebaskan 10 sandera Israel berbanding dengan imbalan 30 tahanan Palestina.
Dengan adanya berita ini, warga sipil Gaza mulai kembali ke rumah mereka setelah sempat berlindung di rumah sakit.