Breaking News:

Kasus Korupsi

Duduk Perkara Bupati Meranti Gadaikan Aset Pemerintah Rp 100 Miliar, Cicil Utang Rp 3,4 M Tiap Bulan

Publik dihebohkan dengan aksi Bupati Kepulauan Meranti menggadaikan bangunan Kantor Bupati Meranti dan Mes Dinas PUPR Meranti.

Editor: Jayanti Tri Utam
Tribunnews/Istimewa
Penampakan uang Rp 26,1 miliar yang disita dari Bupati Meranti, Muhammad Adil, Kamis (7/4/2023). Muhammad Adil ditetapkan sebagai tersangka bersama dua pejabat lain setelah diduga melakukan tiga korupsi sekaligus. 

TRIBUNWOW.COM - Aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau digadaikan ke Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Selatpanjang.

Aset itu digadaikan oleh M Adil saat masih aktif menjabat sebagai Bupati Kepulauan Meranti dengan nilai pinjaman Rp 100 miliar.

Ada dua bangunan yang digadaikan Adil yakni kantor Bupati Meranti dan Mes Dinas PUPR Meranti.

Dua bangunan itu digadaikan Rp 100 miliar sejak Januari 2022.

Baca juga: Heboh Penampakan Tumpukan Uang Rp 26,1 M Milik Bupati Meranti, Diduga Terlibat 3 Korupsi Sekaligus

Namun menurut pimpinan Cabang BRK Syariah Cabang Selatpanjang, Ridwan, dana yang dikucurkan baru sekitar Rp 60 miliar.

"Realisasinya (pinjaman) sampai Desember 2022, baru sekitar Rp 60 miliar," sebut Ridwan saat diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (15/4/2023).

Ridwan menjelaskan, dalam pembiayaan di BRK Syariah tidak ada aset yang jadi agunan.

Pihak bank menggunakan sistem pembiayaan akad kerja sama musyarakah mutanaqisah (MMq) dengan underlying asset.

Musyarakah mutanaqisah adalah bentuk akad kerja sama dua pihak atau lebih dalam kepemilikan suatu aset.

Ketika akad ini telah berlangsung, aset salah satu kongsi dari keduanya akan berpindah ke tangan kongsi yang satunya, dengan perpindahan dilakukan melalui mekanisme pembayaran secara bertahap.

Bentuk kerja sama ini berakhir dengan pengalihan hak salah satu pihak kepada pihak lain lagi.

"Kebetulan Pemda Meranti APBD 2022 minus. Untuk pembangunan infrastruktur APBD defisit. Makanya, dilakukanlah kerja sama. Karena Pemda kan memiliki aset untuk kita lakukan kerja sama pembiayaan MMq," kata Ridwan.

Ridwan menyebut, aset yang dimaksud bukan kantor bupati, melainkan kantor Dinas PUPR Meranti.

"Bukan kantor bupati. Tapi kantor Dinas PUPR yang menjadi dasar kerja sama kita dalam pembiayaan tersebut," kata Ridwan.

Baca juga: Detik-detik Bupati Meranti Terjaring OTT KPK, Digiring Pakai Speedboat hingga Kantor Pejabat Disegel

Cicil Rp 3,4 miliar per bulan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Kasus KorupsiKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved