Breaking News:

Terkini Daerah

Rudapaksa 17 Santriwati, Wildan Mashuri Punya Anak Perempuan dan Istrinya Ikut Kerja di Ponpes

Melakukan pelecehan seksual terhadap 22 santriwati, Wildan Mashuri ternyata merupakan seorang ayah yang memiliki 1 anak perempuan.

Editor: Anung
Tribunnews.com/Istimewa
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi (kiri) bersama Gubernur Ganjar Pranowo memimpin jumpa pers kasus pencabulan belasan santriwati oleh pengasuh pondok pesantren di Batang, Jawa Tengah. Ganjar sempat tersulut emosi saat menanyakan sejumlah hal pada pelaku pencabulan. Pelaku diketahui bernama Wildan Mashuri Amin (57) ternyata sudah berkeluarga memiliki istri dan 1 orang anak perempuan. 

TRIBUNWOW.COM - Tercatat ada 22 santriwati yang menjadi korban pelecehan seksual pengasuh pondok pesantren bernama Wildan Mashuri Amin (57).

Dari total 22 santriwati yang menjadi korban pelecehan, 17 di antaranya adalah korban rudapaksa Wildan.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, ironisnya, pelaku yang merupakan pengasuh ponpes di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini adalah seorang ayah.

Baca juga: Ajak 17 Santriwati Nikah Siri sebelum Dicabuli, Pengasuh Ponpes di Batang Janjikan Ini ke Korban

Wildan diketahui sudah berkeluarga dan dikaruniai satu anak perempuan.

Bahkan istri Wildan ikut membantu bekerja di ponpes tersebut.

Sebagai informasi, Alminhaj merupakan SMP dan SMK berbasis pondok pesantren salafiyah yang didirikan pada 2013.

Kades setempat, Solichin, mengaku tidak begitu mengenal pelaku dan hanya bertemu ketika salat Jumat.

Ia mengatakan, warga setempat tidak ada yang memondokkan anaknya ke pesantren Wildan karena tidak cocok dengan peraturan yang diberlakukan.

"Santrinya dari luar (dari luar Wonosegoro) semua, warga sini gak ada yang mondok di sini."

"Rata-rata dari luar dari daerah Batang, Pekalongan, kebanyakan dari Pekalongan, Kajen," ungkapnya, Rabu (5/4/2023), dikutip dari TribunBanyumas.com.

Modus Nikah Siri

Seorang santriwati yang menjadi korban pencabulan, berinisial S (16), menjelaskan modus yang digunakan pelaku.

Menurutnya, pelaku menikahi para santriwati secara siri agar dapat mencabuli para korban.

Pelaku mengincar para santriwati yang berparas cantik untuk dijadikan istri siri.

Para korban dipanggil ke dalam sebuah ruangan dan dinikahi secara siri untuk mencegah nasib sial.

Momen saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan pelaku pencabulan belasan santriwati di Batang, Jawa Tengah, Selasa (11/4/2023). Ganjar penuh emosi menanyakan beberapa hal pada pelaku.
Momen saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan pelaku pencabulan belasan santriwati di Batang, Jawa Tengah, Selasa (11/4/2023). Ganjar penuh emosi menanyakan beberapa hal pada pelaku. (Tribunnews.com/Istimewa)

Baca juga: Incar Anak-anak, Pasutri Pelaku Prostitusi Online di Yogya Buat Korban Merasa Berutang Budi

Halaman
123
Tags:
SantriwatiPelecehan SeksualPencabulan anak di bawah umurBatangPonpesPondok Pesantren
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved