Terkini Daerah
Detik-detik Teroris Asal Uzbekistan Tusuk Petugas Imigrasi di Jakarta, Ternyata Takut Dideportasi
Sejumlah teroris asal Uzbekistan nekat menusuk petugas Imigrasi di Indonesia karena takut akan dideportasi ke negara asal.
Editor: Jayanti Tri Utam
TRIBUNWOW.COM - Teroris asal Uzbekistan nekat menyerang petugas imigrasi hingga anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Dilansir TribunWow.com, teroris tersebut rupanya ingin melarikan diri agar tak dideportasi ke negara asalnya.
Aksi nekat itu dilakukan teroris tersebut setelah dikunjungi Konsulat Kedubes Uzbekistan.
Hal itu diungkap Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar.
Baca juga: Grup Wagner Kirim Palu Berbercak Darah ke Parlemen Uni Eropa Buntut Pernyataan Rusia Negara Teroris
Rupanya, para teroris itu ketakutan akan dihukum berat jika dideportasi ke negara asalnya.
"Mereka tidak ingin dideportasi negara asalnya karena akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya," ucap Aswin.
Keempat teroris asal Uzbekistan itu menyerang dan melarikan diri pada Senin (10/3/2023) sekitar pukul 04.00 WIB saat dititipkan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara.
Aswin menyebut jika mereka hendak melarikan diri saat menunggu pendeportasian ke negara asalnya.
"WNA ditempatkan di ruang detensi tersebut melakukan penyerangan terhadap petugas imigrasi dan anggota Densus yang bertugas di kantor tersebut. Dalam upayanya untuk melarikan diri atau untuk menyerang kemudian dalam rangka melarikan diri," katanya.
Aswin mengatakan para WNA keluar dari sel melalui atap plafon kantor Imigrasi tersebut.
Setelahnya, mereka menyerang petugas yang melakukan penjagaan.
Baca juga: Setelah Ida Dayak, Kini Viral Sosok Bang Man, Bisa Sembuhkan Pasien Tanpa Obat dan Rasa Sakit
Para pelaku mengambil sebilah pisau dari pantry atau dapur di kantor tersebut untuk melakukan penyerangan.
"Kemudian mendatangi atau menyerang petugas yang sedang makan sahur dan sebagian sedang mempersiapkan salat subuh. Sehingga mereka kemudian melumpuhkan atau menyerang anggota menggunakan pisau dapur atau yang mereka dapat dari pantry," ucapnya.
Dalam hal ini, Aswin mengatakan hanya tiga orang yang kabur saat itu yakni berinisial BA alias JF (32), OMM alias IM (28), dan MR (26).
Sedangkan, satu orang lainnya berinisial BKA (40) tidak ikut melarikan diri setelah menyerang.