Terkini Daerah
Dilaporkan Cabuli 17 Bocah, Ibu di Jambi Ngaku ke Polisi Jadi Korban Rudapaksa 8 Anak-anak
NT (20) yang dilaporkan ke polisi seusai melecehkan 17 bocah, kini melapor balik mengaku sebagai korban kasus rudapaksa.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Ibu satu anak di Jambi berinisial NT (20) dilaporkan ke polisi telah melakukan pelecehan seksual terhadap 17 bocah.
Anehnya, saat dilaporkan ke polisi oleh para orangtua anak-anak tersebut, NT juga melapor ke polisi telah menjadi korban rudapaksa delapan anak-anak di bawah umur.
Dikutip TribunWow dari TribunJambi, NT sendiri saat ini telah berstatus sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap 17 bocah.
Baca juga: Fakta-fakta Wanita di Jambi Lecehkan 11 Anak, Minta Diintip saat Berhubungan Badan hingga Suami Syok
"Untuk perkara yang dilaporkan dan kita tangani di Polresta itu pasal 285, NT mengaku diperkosa oleh sejumlah anak," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Jambi Ipda Chrisvani Saruksuk saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Senin (6/2/2023).
NT mengaku rudapaksa terjadi di rumahnya di kawasan Kota Jambi.
Namun kasus pelecehan terhadap para bocah itu juga dilaporkan terjadi di rumah NT.
Dilansir TribunWow.com, di sisi lain, suami NT, AF, memberi pengakuan mengejutkan terkait perilaku sang istri selama ini.
Menurut AF, selama ini NT kerap mengancam akan menganiaya anaknya jika ia menolak berhubungan suami istri.
Selain itu, NT juga kerap menyakiti diri sendiri dengan menyayat tubuhnya.
Baca juga: Fakta-fakta Wanita di Jambi Lecehkan 11 Anak, Minta Diintip saat Berhubungan Badan hingga Suami Syok
Hal tersebut diungkap AF saat menjalani pemeriksaan di Polda Jambi, Senin (6/2/2023).
Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta Yudhistira mengatakan pihaknya akan memeriksa kondisi kejiwaan NT.
"Apabila suami tidak bisa melayani tersangka, mengancam akan mencincang anaknya," ujar Andri, dikutip dari TribunJambi.
"Anaknya satu, masih usia 10 bulan."
Seperti diberitakan hingga kini total korban pelecehan NT terus bertambah.
Setelah dilaporkan ada 11 korban, kini bertambah enam anak lagi hingga total ada 17 korban pelecehan NT.