Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Curhat Tentara Ukraina ke Media, Sadar Diri Semakin Sulit Menang Lawan Pasukan Rusia

Tentara Ukraina menjelaskan bagaimana peperangan melawan pasukan militer Rusia semakin ke sini kian sulit untuk dimenangkan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
bbc
Dmytro Podvorchanskyi, tentara Ukraina yang mengakui kekuatan pasukan militer Rusia semakin kuat. 

TRIBUNWOW.COM - Meski sudah dipastikan akan mendapat bantuan tank dari Amerika Serikat (AS) dan Jerman, Ukraina tetap saja sendirian dalam perang melawan negara super power yakni Rusia.

Keresahan perang yang tak kunjung usai ini kini menjadi beban pikiran para tentara Ukraina, khususnya mereka yang ditempatkan di garis depan berhadapan langsung dengan pasukan militer Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kepada media asal Inggris, BBC, ada tentara Ukraina yang menyadari semakin ke sini semakin sulit memenangkan perang melawan pasukan militer Rusia.

Baca juga: Ukraina Tangkap Pengkhianat di Kharkiv, Terbukti Jadi Mata-mata Rusia dan Kirim Pesan Berikut

Pengakuan ini disampaikan oleh Dmytro Podvorchanskyi yang tergabung dalam unit pengintai Ukraina di Dnipro-1.

"Sekarang ini sangat sulit bagi kami. Kami menyadari bahwa Rusia belajar setiap hari dan mengubah strategi mereka. Dan saya pikir kami perlu belajar lebih cepat," ujar Dmytro.

Dmytro menjelaskan bagaimana, pasukan militer Rusia kini lebih lihai dalam menyembunyikan keberadaan hingga amunisi mereka.

Serangan yang menarget logistik Ukraina juga menjadi lebih efektif dan akurat.

Meningkatnya kualitas serangan pasukan militer Rusia ini membuat Rusia berhasil sedikit demi sedikit merebut Bakhmut dari Ukraina.

"Ada beberapa kasus tentara Ukraina tampak tidak ingin berperang, dan berseteru gara-gara taktik," kata tentara Ukraina lain yang dirahasiakan namanya.

Selain membicarakan kekuatan Rusia yang semakin besar, para tentara Ukraina di garis depan ini juga dihinggapi rasa trauma seusai melihat teman-teman mereka tewas di depan mata kepala sendiri.

Seorang perwira tentara Ukraina yang telah memiliki pengalaman menyampaikan bahwa wajib memiliki jet tempur jika ingin menembus lini pertahanan Rusia.

Baca juga: Rusia Mengklaim Kemenangan atas Ukraina, Zelensky Sebut Jadi Serangan Balas Dendam Terbesar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi penghargaan kepada seorang prajurit di lokasi bentrokan terberat dengan pasukan Rusia di Bakhmut, Ukraina, Selasa (20/12/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi penghargaan kepada seorang prajurit di lokasi bentrokan terberat dengan pasukan Rusia di Bakhmut, Ukraina, Selasa (20/12/2022). (Kantor Pers Kepresidenan Ukraina via Al Jazeera)

Bantuan Tank Belum Tentu Kalahkan Rusia

Negara-negara barat, terutama Amerika Serikat (AS) dan Jerman saat ini telah tegas menyampaikan akan mengirimkan bantuan tank ke Ukraina.

Namun bantuan tank ini dipastikan tidak serta merta dapat membuat Ukraina memenangkan perang melawan Rusia.

Dikutip TribunWow dari bbc, kesimpulan ini disampaikan oleh akademisi dari Institut Internasional untuk Studi Strategis, Ben Bary.

Baca juga: Diduga Kirim Foto Satelit untuk Bantu Tentara Bayaran Rusia, Perusahaan Asal China Disanksi AS

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyAmerika SerikatJerman
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved