Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

UNHCR Turun Tangan Atasi Isu Rusia Deportasi dan Adopsi Paksa Pengungsi Anak dari Ukraina

Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyoroti sejumlah pengungsi anak Ukraina yang kabarnya dideportasi hingga diadopsi paksa oleh pihak Rusia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AFP
Pengungsi Ukraina di Prancis, 7 Maret 2022. Terbaru, UNHCR akan memulai penyelidikan terkait pengungsi anak Ukraina yang dibawa ke wilayah Rusia dan diadopsi secara ilegal, Sabtu (28/1/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala badan pengungsi PBB (UNHCR) Filippo Grandi menuduh Rusia melanggar prinsip-prinsip perlindungan anak.

Dilansir TribunWow.com, Rusia disebut telah memberikan paspor negaranya kepada pengungsi anak Ukraina tanpa pendamping atau yang terpisah dari orangtuanya.

Grandi menambahkan bahwa Rusia secara ilegal kemudian menempatkan anak-anak korban perang ini untuk diadopsi oleh keluarga Rusia.

Baca juga: Dituduh Bertanggung Jawab Culik Paksa Anak-anak Ukraina, Sekutu Putin Dikenai Sanksi oleh Inggris

Untuk mengatasi hal ini, UNHCR akan mencoba mendapatkan akses ke mereka yang terkena dampak dan mencoba mencari solusi untuk kepentingan terbaik mereka.

Namun, Grandi mengaku tidak tahu berapa banyak jumlah anak yang terkena dampaknya.

"Dalam situasi perang, Anda tidak dapat menentukan apakah anak-anak memiliki keluarga atau perwalian. Oleh karena itu, sampai hal itu diklarifikasi, Anda tidak dapat memberi mereka kewarganegaraan lain atau mengadopsi mereka oleh keluarga lain," kata Grandi dikutip bbc.com, Sabtu (28/1/2023).

Seorang pengungsi wanita menggendong anaknya yang sedang tidur sambil duduk di tanah di stasiun kereta api pusat Lviv di Ukraina Barat pada Sabtu (26/2/2022).
Seorang pengungsi wanita menggendong anaknya yang sedang tidur sambil duduk di tanah di stasiun kereta api pusat Lviv di Ukraina Barat pada Sabtu (26/2/2022). (Daniel LEAL/ AFP)

Baca juga: Rusia Diduga Gunakan Gim Sejenis Pokemon GO untuk Tipu Anak-anak Ukraina agar Ungkap Lokasi Militer

Menurut data UNHCR terbaru, hampir tiga juta pengungsi dari Ukraina telah tercatat di Rusia - lebih banyak dari negara Eropa lainnya.

Tidak jelas berapa banyak dari mereka adalah anak-anak.

Seorang penasihat presiden Ukraina mengatakan awal bulan ini bahwa hampir 14.000 anak telah 'dideportasi' ke Rusia dari wilayah pendudukan Ukraina.

Pemerintah Ukraina menuduh Rusia sengaja menculik anak-anak tersebut.

Namun, Kremlin membantah tuduhan itu.

Anak-anak Ukraina yang mengungsi ke negara lain seusai invasi pasukan militer Rusia.
Anak-anak Ukraina yang mengungsi ke negara lain seusai invasi pasukan militer Rusia. (YouTube BBC News)

Baca juga: Ledakkan Lokasi Pengungsian, Rusia Diduga Sengaja Serang Anak-anak Ukraina, Ribuan Orang Tewas

Grandi mengatakan UNHCR mencari akses ke Rusia sepanjang waktu tetapi sejauh ini masih jarang dan bersifat sporadis.

Komentar ini muncul setelah pejabat tinggi hak asasi manusia Michelle Bachelet menyatakan keprihatinan pada bulan Juli bahwa anak-anak Ukraina telah diambil dari panti asuhan di wilayah Donbas timur dan dideportasi secara paksa ke Rusia.

Ada juga kekhawatiran bahwa Moskow telah memodifikasi undang-undang yang ada untuk mempercepat proses ini.

Bachelet mengatakan pada saat itu bahwa dia tidak dapat memastikan dugaan tersebut atau jumlah anak yang berpotensi terkena dampak.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
UNHCRRusiaUkrainaPBB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved