Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituduh Bertanggung Jawab Culik Paksa Anak-anak Ukraina, Sekutu Putin Dikenai Sanksi oleh Inggris
Inggris menjatuhkan sanksi baru pada sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituduh bertanggung jawab atas penculikan massal anak-anak Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Inggris menjatuhkan sanksi baru pada sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituduh bertanggung jawab atas penculikan massal anak-anak Ukraina.
Maria Lvova-Belova, yang memegang peran sebagai 'Komisaris Hak Anak' Rusia, diduga terlibat dalam penculikan paksa dan adopsi anak-anak Ukraina di Rusia.
Namun, tudingan tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Rusia maupun Lvova-Belova secara pribadi.
Baca juga: Sempat Telepon Putin, Kadyrov Sebut Isu Presiden Rusia Sakit Omong Kosong, Minta Barat Tutup Mulut
Baca juga: Di Bangunan Sekolah, Tentara Rusia Tinggalkan Pesan Minta Maaf untuk Anak-anak Ukraina, Ini Isinya
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Kamis (16/6/2022), dilaporkan bahwa selama invasi, anak yatim piatu Ukraina diambil dari wilayah yang diduduki Rusia.
Kabarnya, anak-anak tersebut dibawa ke wilayah Rusia untuk menjadikan mereka warga negara resmi.
Tudingan ini dilontarkan Ukraina yang menyebut Rusia telah mendeportasi lebih dari 232 ribu anak ke wilayahnya.
Tercatat lebih dari 2 ribu anak di antaranya menjadi yatim piatu atau terpisah dari orang tua mereka akibat perang.
Kyiv juga telah mengecam langkah parlemen Putin untuk menyederhanakan proses adopsi anak-anak Ukraina oleh penduduk Rusia.
Terkait hal ini, Lvova-Belova dituduh memungkinkan 2 ribu anak-anak dibawa paksa dengan kekerasan dari wilayah Luhansk dan Donetsk Ukraina.
Ia juga diklaim telah mengatur kebijakan baru untuk memfasilitasi adopsi paksa mereka di Rusia.
Lvova-Belova dikabarkan bertemu dengan Putin pada awal Maret, di minggu-minggu pertama serangan Rusia ke Ukraina.
Mereka bertemu untuk membahas perubahan undang-undang yang mengizinkan orang Rusia mengadopsi anak-anak Ukraina.
Pertemuan mereka terjadi pada hari yang sama ketika serangan udara Rusia menghancurkan rumah sakit bersalin dan anak-anak di Mariupol.
Inggris pun merespons dengan menjatuhkan sanksi baru yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Liz Truss pada hari ini, Kamis (16/6/2022).
Selain itu juga Patriark Kirill, kepala Gereja Ortodoks Rusia yang menjadi pendukung utama Putin.