Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Tersinggung, Pengacara Brigadir J Pertanyakan Misteri Nama Keagamaan di Grup WA Fredy Sambo

Pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengaku tersinggung melihat adanya sebuah fakta di persidangan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Martin Lukas Simanjuntak, kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Minggu (31/7/2022). Terbaru, Martin mempertanyakan sosok di balik nama kontak 'Tuhan Yesus' di dalam grup Whatsapp yang dibuat Bripka RR, Senin (19/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Fakta menarik terungkap dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, terungkap adanya grup Whatsapp berisi pada terdakwa yang dibuat tiga hari setelah kematian Brigadir J.

Anehnya, ada kontak bernama 'Tuhan Yesus' yang juga tercantum menjadi anggota dalam grup tersebut.

Baca juga: Ferdy Sambo Keceplosan? Sebut Tembak Brigadir J di Bagian Punggung saat Dicecar Jaksa dalam Sidang

Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, mengomentari adanya grup WA berjuluk 'Duren Tiga' tersebut.

Sebelumnya, ahli digital puslabfor Adi Setya mengatakan grup perpesanan tersebut dibuat terdakwa Ricky Rizal (Bripka RR) dan beranggotakan Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer (Bharada E).

Terkait hal ini, Martin pun menduga grup tersebut dibuat untuk membahas mengenai rekayasa kasus yang menjadi perintang penyelidikan (Obstruction of Justice).

"Ini menurut saya ada hubungannya dengan hal Obstruction of Justice, karena diduga keras ada suatu bangunan komunikasi yang diinisiasi oleh Ricky, karena kan yang membuat grup Ricky," tutur Martin dikutip kanal YouTube tvOneNews, Senin (19/12/2022).

"Berarti di sini Jaksa dengan menghadirkan ahli ini ingin menjelaskan bahwa Ricky ada perannya, aktif, bukan hanya pasif doang. Bahkan sampai membuat grup."

Foto bersama Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri, bersama para ajudannya, tampak Brigadir J dan Bharada E dalam foto tersebut.
Foto bersama Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri, bersama para ajudannya, tampak Brigadir J dan Bharada E dalam foto tersebut. (Istimewa/Facebook/Roslin Emika)

Baca juga: Ungkap 2 Kelemahan Skenario Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J: Omong Kosong Kalau Putri Tidak Tahu

Sayangnya, isi percakapan dalam grup tersebut tak bisa dilacak lantaran telah dihapus seluruhnya.

Sementara, Bharada E yang kini bersedia memberi kesaksian hanya dimasukkan grup sebelum kemudian dikeluarkan tak sampai sehari.

Meski begitu, Martin yakin chat tersebut bisa dikembalikan jika melibatkan perusahaan Meta yang menaungi aplikasi tersebut.

Ia kemudian menyinggung mengenai kontak bernama 'Tuhan Yesus' yang membuatnya tersinggung.

Pasalnya, sebagai umat Kristiani, nama sang mesias tak boleh disebut secara sembarangan.

"Ada hal yang menarik tadi, saya terus terang tersinggung juga melihat apa yang di depan persidangan ini," ujar Martin.

"Saya tidak tahu Hp itu tampilan dari siapa, dari anggota yang mana. Karena di dalam Hp tersebut, di dalam grup Whatsapp, ada kontak yang bernama Tuhan Yesus."

Halaman
123
Tags:
Brigadir JPengacaraFerdy SamboPutri Candrawathi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved