Polisi Tembak Polisi
Pastikan Pembunuhan Brigadir J Sudah Direncanakan, Ahli Yakin karena Sikap Ferdy Sambo Berikut Ini
Ahli meyakini adanya perencanaan dalam penembakan Brigadir J setelah menganalisa sikap Ferdy Sambo.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Putri Ikut Rencanakan Pembunuhan?
Pihak mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, membeberkan kelemahan dalam skenario Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, hal ini terutama mengenai Putri Candrawathi yang disebut tidak terlibat kasus pembunuhan berencana tersebut.
Menurut pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, ada dua hal yang bisa mengungkap keikutsertaan istri Ferdy Sambo tersebut.
Baca juga: Putri Candrawathi Justru Lecehkan Yosua? Pengacara Brigadir J: Cinta Ditolak Tembakan Bertindak
Sebagaimana disampaikan dalam tayangan Kontroversi Metrotv, Martin menyatakan klaim bahwa Putri dirudapaksa oleh Brigadir J hanyalah isapan jempol belaka.
Pasalnya, Putri masih terlihat bersama-sama dengan Brigadir J pada hari kematiannya, Jumat (8/7/2022).
Bahkan, Putri dan Brigadir J berada dalam satu mobil dengan terdakwa lain, Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal (Bripka RR) dan ART Kuat Maruf saat hendak ke rumah Duren Tiga.
"Yang jadi pertanyaan, kenapa mereka masih bersama-sama ke Jalan Duren Tiga padahal pelaku (pemerkosaan) yang dimaksud adalah Yosua?" beber Martin dikutip dari kanal YouTube metrotvnews, Sabtu (17/12/2022).
Hal ini dinilai menjadi kelemahan skenario lantaran seorang korban rudapaksa pasti tidak akan mau bertemu dengan pelaku apalagi satu mobil.
Sehingga bisa diduga bahwa klaim Putri yang mengaku dirinya adalah korban rudapaksa merupakan kebohongan.
"Kalau saya jadi Ferdy Sambo atau Putri, saya tidak akan mau satu wilayah rumah dengan orang yang saya tuduh sebagai pelaku pemerkosaan," lanjutnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Keceplosan Akui Tembak Brigadir J, Pengacara Suami Putri Candrawathi Tak Bisa Membantah
Kemudian, Martin menyinggung ketika Putri mengaku menutup telinga ketika berada di TKP pembunuhan Brigadir J.
Menurut Martin, jika Putri menutup telinganya, maka disimpulkan bahwa ia sudah tahu bahwa penembakan akan terjadi.
Hal ini dinilai merusak skenario lantaran bisa digunakan sebagai bukti bahwa pembunuhan tersebut memang sudah direncanakan sebelumnya.
"Ketika Putri Candrawathi oleh hakim, saat peristiwa penembakan, apa yang saudari lakukan? Putri Candrawathi mengatakan dengan enteng, 'saya menutup telinga saya, Yang Mulia," beber Martin.