Polisi Tembak Polisi
Video Anniversary Ferdy Sambo dan PC di Magelang, Tampak Sosok Brigadir J dan Bharada E Bawa Tumpeng
Terungkap rekaman video ketika Brigadir J berpartisipasi ikut merayakan hari jadi pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Terungkap video detik-detik perayaan ulang tahun perkawinan atau anniversary Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (PC) di rumah Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/7/2022).
Dilansir TribunWow.com, rekaman tersebut masih menunjukkan keakraban korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan para terdakwa.
Namun siapa menyangka, sehari kemudian Brigadir J ditemukan meninggal dunia di tangan atasan dan rekannya sendiri.
Baca juga: Febri Diansyah Jawab Alasan Putri Candrawathi Ajak Brigadir J Ngobrol Berduaan seusai Dilecehkan
Seperti terlihat dalam rekaman yang dibagikan kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (11/11/2022), tampak terdakwa Ricky Rizal (Bripka RR) membawa kue besar berhias lilin masuk ke dalam rumah.
Ia dibantu rekan sesama ajudan yang kini menjadi saksi, Daden Miftahul Haq, meletakkan kue tersebut di meja makan.
Tercatat bahwa perayaan tersebut dilakukan sekitar pukul 24.00 WIB hingga dini hari.
Terlihat Bripka RR sempat berbicara dengan seseorang yang berada di seberang ruangan.
Tak lama kemudian Ferdy Sambo yang memakai atasan hitam dengan celana jeans datang menghampiri para ajudannya.
Kedatangannya disusul Brigadir J dan rekannya, Richard Eliezer alias Bharada E yang membawa tumpeng besar.
Di belakang mereka, tampak PC berjalan ke ruang makan, sementara terdakwa Kuat Maruf melihat dari seberang ruangan.
Situasi di malam perayaan tersebut diungkap oleh Daden pada sidang lanjutan kasus Brigadir J, Selasa (8/11/2022).
Daden menyampaikan, suasana perayaan hari terasa meriah dan kekeluargaan si mana seluruh ajudan disuapi kue satu per satu oleh Sambo.
Ia hanya ingat ajudan yang pertama disuapi oleh Sambo adalah yang paling senior yakni Ricky Rizal alias RR.
"Kalau urutannya saya tidak ingat," kata Daden dikutip KOMPASTV.
"Yang ketiga?" tanya Majelis hakim.
"Saya tidak ingat yang mulia," jawab Daden.
"Terus saudara yang ke berapa?" tanya Majelis Hakim.
"Kalau tidak salah saya terakhir yang mulia," ujar Daden setelah sempat diam beberapa saat.
"Atau saudara tidak disuapin?" kata Majelis Hakim.
Mendengar ucapan hakim, PC terekam kamera tertawa dari balik maskernya selama beberapa saat.
"Saya disuapin yang mulia," jawab Daden.
Daden lalu menceritakan, Sambo kala itu menyuapi kue ke para ajudan dan asisten rumah tangga (ART).
Sementara itu PC menyuapi nasi tumpeng ke para ajudan.
Baca juga: Di Magelang, PC Sempat Curhat ke Kuat Maruf seusai Dibawa ke Kamar: Yosua Sadis Sekali Sama Aku
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Penampakan Rumah Magelang Ferdy Sambo
Rumah terdakwa Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah, disebut menjadi saksi bisu kasus pelecehan yang dialami istrinya, Putri Candrawathi (PC).
Dilansir TribunWow.com, pihak Ferdy Sambo bersikeras bahwa kekerasan seksual tersebut dilakukan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Motif tersebut menjadi alasan Ferdy Sambo dibantu ART dan dua ajudannya, melakukan pembunuhan berencana pada Brigadir J.
Meskipun hingga saat ini, motif terkait pelecehan tersebut masih diragukan oleh sejumlah pihak.
Baca juga: Keterangan ART Ferdy Sambo Dinilai Berbohong, Suami Susi Minta sang Istri Jujur: Nggak Usah Takut
Seperti dikutip TribunWow.com dari tayangan di kanal YouTube tvonenews, Sabtu (5/11/2022) berikut penampakan rumah Ferdy Sambo di Cempaka Residence, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
1. Lokasi PC Hendak Dibopong
Rumah Ferdy Sambo tersebut tidak begitu besar sehingga kegiatan setiap penghuni bisa terpantau satu sama lain.
Bagidan depan rumah terdiri dari halaman dan garasi yang langsung tersambung ke ruang tamu.
Menurut pengakuan pihak Putri, pada Senin (4/7/2022), istri sang mantan Kadiv Propam sedang duduk di sofa ruang tamu.
Ia menonton televisi dengan selonjoran dengan kondisi tubuh yang kurang sehat dan mengalami sakit kepala.
Ketika itu, disebutkan bahwa Brigadir J bermaksud untuk membopong Putri kembali ke kamar di lantai atas namun ditolak.
Saat itulah ART Kuat Maruf disebut muncul dan memarahi Brigadir J.
Melalui liputan di lokasi, terlihat ruang tamu yang dimaksud berukuran relatif sempit dan langsung berhadapan dengan kamar para ajudan atau Aide de camp (ADC).
Tampak sofa krem berhias bantal hijau yang disebut kala itu digunakan oleh Putri.
"Bu Putri duduk di sofa sembari menonton, ruangannya kecil ya," jelas tim kuasa hukum Putri, Berlian Simbolon.
Adapun dalam keterangannya, terdakwa Bharada E membantah Brigadir J sudah membopong Putri hingga dimarahi Kuat Maruf.
Ia sendiri ketika itu diminta Brigadir J untuk membantu membopong Putri meskipun akhirnya ditolak.
Baca juga: Sebut Roh Brigadir J Ungkap Kasus Pembunuhan Dirinya, sang Bibi: Biar Sudah Mati, Dia Bicara ke Saya

2. Lantai Atas
Dari ruang tamu, terdapat tangga yang menuju ke ruang pribadi di lantai dua.
Ruangan di atas tersebut dikatakan menjadi wilayah private yang mana ART bahkan ajudan dilarang naik kecuali dipanggil.
"Hanya keluarga (yang boleh ke atas)," terang Berlian.
Tampak tangga sempit mengular menuju ke pintu geser yang kemudian masih dihalangi lagi oleh pintu berteralis.
Melewati pintu tersebut, tampak lorong sempit yang langsung menuju kamar Putri Candrawathi yang terpisah dari kamar mandinya.

3. Lokasi Terjadinya Dugaan Pelecehan Seksual
Putri mengaku hampir dirudapaksa oleh Brigadir J saat beristirahat di kamarnya sendiri sekitar pukul 18.00 - 19.00 WIB pada Kamis (7/7/2022).
Kamar itu sendiri terlihat berukuran sempit dengan luas sekitar 5 meter persegi.
"(Luasnya) 2 meter kali 5 meter kurang lebih," terang Berlian.
Memenuhi ruangan itu, terlihat kasur bersprei biru muda yang menjadi lokasi dugaan pelecehan seksual.

4. Kamar Mandi
Kemudian tepat di depan pintu kamar, terdapat pintu ke kamar mandi yang menjadi tempat ART Kuat Maruf dan Susi menemukan Putri terduduk di lantai.
Putri mengaku dibanting oleh Brigadir J yang berusaha kabur hingga terduduk di depan kamar mandi.
Ruang tersebut begitu sempit dengan jarang antara dinding koridor hanya sekitar 2 meter.
Dengan kondisi ruangan yang dekat satu sama lain, dan rumah tersebut cenderung sempit, disinyalir suara orang yang berteriak atau minta tolong akan terdengar di seantero ruangan.
Namun, ketika pelecehan terjadi, disebutkan tak ada satu pun penghuni rumah yang mendengar teriakan minta tolong Putri.
Padahal, Putri disebutkan sempat menjatuhkan barang untuk menarik perhatian Susi dan Kuat di lantai bawah.

(TribunWow.com/Via)