Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

300 Orang Tewas dalam 4 Hari, Tentara Rusia Minta Evaluasi Komandan yang Perintahkan Serang Ukraina

Pasukan Rusia minta diadakan evaluasi setelah dipaksa atasannya untuk serang wilayah Ukraina.

rt.com
Penampakan tentara Rusia yang baru saja bebas dalam program pertukaran tahanan perang dengan Ukraina, Kamis (3/11/2022). Terbaru, marinir Rusia minta gubernurnya evaluasi perintah atasan yang diduga sengaja korbankan para tentara, Senin (7/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah unit infanteri angkatan laut elit Rusia mengirim surat berisi kecaman atas pengambilan keputusan atasannya.

Dilansir TribunWow.com, surat tersebut menjadi sorotan setelah Rusia menderita kerugian besar dalam serangan di sebuah desa di Ukraina Timur.

Dalam suratnya, anggota pasukan tersebut meminta gubernur asal mereka untuk melakukan evaluasi kelayakan untuk menyelamatkan prajurit yang tersisa.

Baca juga: Kini Resmi Diakui, Grup Tentara Bayaran Rusia Buka Kantor Pusat di Tengah Memanasnya Perang Ukraina

Dilaporkan The Moscow Times, Senin (7/11/2022), pasukan Rusia melancarkan serangan ke garnisun Ukraina di Pavlivka barat daya Donetsk pada 2 November untuk menguasai rute pasokan utama.

Empat hari kemudian, Brigade Infanteri Angkatan Laut Pengawal ke-155 menyalahkan para pemimpin militernya atas hilangnya 300 orang dalam insiden tersebut.

Para marinir dari kota wilayah Primorye, Vladivostok, menuduh komandan langsung mereka dan kepala Distrik Militer Timur Rusia memaksa pasukannya untuk maju ke Pavlivka.

Diduga para pemimpin tersebut mengejar penghargaan dan untuk sekedar menjalankan perintah dari pusat.

Padahal penyerangan terhadap pasukan Ukraina di wilayah tersebut mustahil dimenangkan karena kerugian strategis yang diderita pasukan Rusia.

Protes ini pun disampaikan oleh para marinir dalam sebuah surat kepada gubernur daerah asal mereka di Timur Jauh.

Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia.
Pasukan militer Rusia saat berada di Mariupol, Ukraina. Terbaru, ilustrasi tentara Rusia. (AFP)

Baca juga: Pengakuan Warga Kherson yang Dikuasai Rusia, Ditakut-takuti Serangan Ukraina hingga Hidup Terasing

"Kami dilemparkan ke dalam serangan yang membingungkan," bunyi surat itu dikutip oleh blogger pro-perang Anastasia Kashevarova dan saluran Telegram Gray Zone.

"Kami kehilangan sekitar 300 orang tewas, terluka dan hilang dalam empat hari sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dengan hati-hati oleh para komandan besar," kata surat itu.

Sebelumnya, analis militer Rob Lee, mengutip koresponden perang Rusia Alexei Sukonkin, sempat juga mengatakan bahwa 63 anggota brigade Moskow telah tewas dalam dua hari.

Jumlah ini diketahui lebih banyak daripada selama seluruh perang Chechnya pertama pada pertengahan 1990-an.

"Komando distrik bersama (komandan brigade) menyembunyikan ini karena takut bertanggung jawab," kata surat yang diedarkan pada hari Minggu (6/11/2022) tersebut.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved