Konflik Rusia Vs Ukraina
Iran Akhirnya Akui Pasok Drone ke Rusia, Ukraina Sebut Masih Ada Kebohongan yang Disembunyikan
Iran akhirnya mengakui telah memasok drone ke Rusia yang kemudian digunakan dalam perangan dengan Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Bulan lalu Zelensky mengumumkan akreditasi duta besar Iran di negaranya dicabut akibat pasukan Rusia kedapatan menggunakan drone Iran untuk menyerang Ukraina.
Setelah penyerangan di Kyiv, penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengonfirmasi penggunaan drone tersebut dan mengecam Iran.
"Iran bertanggung jawab atas pembunuhan warga Ukraina," tulis Podolyak, Senin (17/10/2022).

Baca juga: Ukraina Berhasil Bebaskan 600 Kota dari Cengkeraman Rusia, Targetkan Kuasai Kherson Minggu Depan
Samir Puri, seorang senior di Institut Internasional untuk Studi Strategis yang berbasis di Singapura, membenarkan tudingan tersebut.
Ia memastikan drone Shahed- 136 tersebut merupakan drone kamikaze yang sekarang digunakan Rusia dibeli dari Iran.
Setiap drone diperkirakan berharga sekitar $ 20.000 (Rp 309 juta), yang menurut Puri sebenarnya cukup mahal untuk ukuran senjata sekali pakai.
Namun, Iran telah membantah memasok Rusia dengan sistem senjata untuk konflik tersebut.
Bukti nyata pertama penggunaan pesawat tak berawak Iran oleh Rusia ditemukan pada bulan September.
Ketika itu militer Ukraina menerbitkan beberapa gambar dari apa yang dikatakannya sebagai Shahed-136 dicat dengan warna dan angka Rusia, jatuh di Kupiansk di wilayah Kharkiv.
Terkait penyerangan tersebut, Amerika Serikat mengatakan akan meminta pertanggungjawaban Rusia atas kejahatan perang.
Pihaknya juga akan mengambil tindakan terhadap perusahaan dan negara yang bekerja dengan program pesawat tak berawak Iran menyusul serangkaian serangan di kota-kota Ukraina.
Sekretaris pers Presiden AS Joe Biden, Karine Jean-Pierre, mengatakan kepada wartawan bahwa Gedung Putih mengutuk keras serangan rudal Rusia dan mengatakan serangan itu terus menunjukkan kebrutalan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami akan terus mendukung rakyat Ukraina selama yang diperlukan. Kami akan terus membebankan biaya pada Rusia, meminta pertanggungjawaban mereka atas kejahatan perangnya," kata Jean-Pierre mengacu pada paket bantuan militer baru dari AS senilai $725 juta (sekira Rp 11 triliun) yang diumumkan untuk Ukraina Jumat lalu.(TribunWow.com/Via)