Konflik Rusia Vs Ukraina
Iran Akhirnya Akui Pasok Drone ke Rusia, Ukraina Sebut Masih Ada Kebohongan yang Disembunyikan
Iran akhirnya mengakui telah memasok drone ke Rusia yang kemudian digunakan dalam perangan dengan Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Menurutnya, jumlah drone tempur Iran yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina melebihi beberapa drone yang dikutip oleh Iran.
"Dan semakin banyak kebohongan Teheran, semakin komunitas internasional akan memahami kolaborasi teroris ini antara rezim di Rusia dan Iran," tambahnya.
Baca juga: Rusia Mengaku Sudah Tarik Mundur Pasukan di Kherson, Ukraina Justru Makin Waspada, Mengapa?
Iran Dituding Terlibat Perang Ukraina
Sebelumnya, Ukraina menuduh Iran bertanggung jawab atas pembunuhan warganya setelah Rusia menyerang kota-kota dengan drone.
Dilansir TribunWow.com, senjata yang digunakan merupakan drone kamikaze buatan Iran yang diduga dijual ke Rusia.
Sementara itu, Amerika Serikat dengan tegas mengutuk tindakan Rusia dan menyebutnya sebagai kejaahatan perang.
Baca juga: Umbar Foto Mayat Pasukan Putin, Tim Sosmed Ukraina Sebut Aksinya Justru Buat Rusia Makin Solid
Dilaporkan Al Jazeera, Selasa (18/10/2022), Ukraina telah melaporkan rentetan serangan udara oleh Rusia dalam beberapa pekan terakhir.
Tentara Ukraina melepaskan tembakan ke udara dalam upaya untuk menembak jatuh drone setelah ledakan mengguncang ibu kota pada Senin pagi.
Sebuah roket anti-pesawat terlihat melesat ke langit pagi, diikuti oleh ledakan dan nyala api oranye, saat penduduk berlomba-lomba mencari perlindungan.
Setidaknya empat orang, termasuk pasangan yang sedang hamil, tewas pada Senin pagi setelah sebuah pesawat tak berawak menghantam sebuah gedung apartemen di ibukota Ukraina, Kyiv.
Serangan itu juga mematikan aliran listrik ke ratusan kota dan desa.
Berbicara dalam pidato malam regulernya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan udara terus berlanjut.
"Saat ini, ada serangan drone Rusia yang baru," katanya.
"Ada (drone) yang telah ditembak jatuh."
Ukraina mengatakan serangan itu dilakukan dengan drone 'kamikaze', Shahed-136 yang dilaporkan dibeli oleh Rusia dari Iran.