Polisi Tembak Polisi
Bohong saat Sidang, ART Susi Disebut Jadi Tumbal Baru Ferdy Sambo dalam Rekayasa Kasus Brigadir J
Pakar menjelaskan kemungkinan ART Susi menjadi tersangka sangat besar karena adanya keterangan palsu dan bohong.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Benar tidak sakit? Kenapa diam? Saudara kok jeda, masa melihat orang sakit dan tidak sakit tidak bisa membedakan?," tanya jaksa dengan suara meninggi.
"Sakit tidak? Jawab dengan benar," serunya.
"Ibu pas pulang dari Magelang memang keadaan enggak sehat," ujar Susi dengan suara bergetar.
"Pada saat pulang dari Magelang atau sebelum itu sudah sakit?," cecar jaksa.
"Pas ada kejadian saya menemukan ibu tergeletak," kata Susi setelah sempat terdiam sebentar.
Jaksa kemudian menyinggung kejadian pada tanggal 4 Juli saat dikatakan ada kejadian Yosua hendak membopong Putri yang disebut sakit.
"Alasan bopong karena apa? Bercanda kan tidak. Tadi kata saudara karena sakit, gimana yang benar saudara ini?," tanya jaksa.
"Tolong dijawab, sakit tidak (Putri)?"
"Saya tidak tahu," jawab Susi akhirnya.
Misteri Tangisan Susi di Magelang
Tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR membeberkan kronologi kejadian di Magelang, Jawa Tengah menurut versinya.
Dilansir TribunWow.com, ia menyoroti gelagat ART Ferdy Sambo, Susi, yang sempat kedapatan menangis.
Diduga wanita tersebut menjadi saksi atas permasalahan yang terjadi antara tersangka Putri Candrawathi dan korban Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Baca juga: Sebut Ferdy Sambo dan PC Tidak Ikut Tembak Brigadir J, Ini Isi Pembelaan Pengacara: Jelas Terlihat
Dikatakan bahwa Bripka RR dan tersangka eksekutor Bharada Richard Eliezer alias Bharada E pulang dan mendapati rumah Magelang sepi.
Mereka kemudian naik ke lantai dua di mana Susi tampak menangis ditemani sopir Putri, tersangka Kuat Maruf.