Pilpres 2024
Berita Ganjar Pranowo - Ini Jawaban Puan soal Rivalitas Dewan Kolonel dan Dewan Kopral: Hanya Nama
Ketum DPP PDIP Puan Maharani buka suara soal polarisasi Dewan Kolonel pendukungnya dan Dewan Kopral pendukung kader PDIP Ganjar Pranowo.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Internal PDIP dikabarkan sedang terpecah dalam kubu Dewan Kolonel dan Dewan Kopral.
Dilansir TribunWow.com, Dewan Kolonel merupakan basis pendukung Ketua DPP PDP Puan Maharani menjadi kandidat Capres 2024.
Sementara, Dewan Kopral merupakan kelompok relawan yang mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Bentuk Dewan Kolonel demi Puan di 2024, Elit PDIP Siap Lawan Relawan Ganjar
Ditemui awak media di kawasan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022), Puan Maharani buka suara terkait munculnya dua kubu tersebut.
Menurut Puan, tak peduli apa pun namanya, ia berharap seluruh jajaran untuk turun memastikan kemenangan partai PDIP di Pemilu 2024.
"Tanggapannya, saya minta seluruh struktur, simpatisan, kemudian legislatif, fraksi, dan eksekutif untuk semuanya harus ke lapangan, bertemu dengan rakyat," ujar Puan dikutip dari Kompas.com, Senin (26/7/2022).
"Kemudian bagaimana menyambung lidah rakyat, mendengarkan aspirasi rakyat, tentu saja memenangkan PDIP di Pemilu 2024," imbuhnya.
Puan menyiratkan bahwa yang terpenting adalah kepentingan partai di samping siapa pun capres yang nantinya akan diusung.
Sehingga baik Dewan Kopral maupun Dewan Kolonel hanyalah sebutan semata.
"Jadi apa pun bentuknya, apa pun namanya, itu hanya nama," ujar Puan.
Dengan partisipasi para kader untuk memastikan suara bagi partai, Puan yakin bahwa 2024 nantinya akan menjadi tahun kejayaan PDIP.
"Insya Allah tahun 2024 itu kembali jadi pemenang pemilu. Pokoknya tugas dari seluruh struktur, simpatisan, kader dan seluruh anggota yang menyatakan dirinya PDIP, ayo kita turun ke bawah, kita dengarkan rakyat dan menangkan PDI-P," ujar Puan.

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Kembali Puncaki Hasil Survei Capres, Jauh Kalahkan Prabowo dan Anies
Di sisi lain, relawan Ganjar Pranowo justru berniat akan mengganti haluan jika jagoannya tak diusung PDIP menjadi kandidat capres 2024.
Ganjar Pranowo (GP) Mania mengaku akan bermanuver mendukung Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Kita lihat pemimpin yang terbaik untuk bangsa ini dan teruji. Kita akan pilih Pak Prabowo," kata Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel dikutip Kompas.com, Sabtu (24/9/2022).
Menurut Noel, Prabowo telah terbukti memiliki komitmen dalam bekerja untuk pemerintahan.
Ia terbukti dapat melakukan kegiatan bernegara dengan baik di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dan akan menjadi orang yang cocok untuk meneruskan hal tersebut.
"Dulu ada kekhawatiran ketika Pak Prabowo masuk jadi Menteri Pertahanan, ada namanya kudeta, ternyata teori itu tidak ada," terang Noel.
"Beliau tidak mencuri di kementerian itu sendiri,"imbuhnya.
Selain itu, Prabowo saat ini menjadi kandidat dengan elektabilitas tertinggi.
Suara yang diperolehnya hingga saat ini susul-menyusul dengan Ganjar dalam berbagai survey.
"Pak Prabowo belum bekerja (kampanye) saja elektabilitasnya nomor dua (setelah Ganjar), apalagi beliau bekerja," tutur Noel.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Survei Membuktikan Ganjar Makin Populer Jadi Capres 2024 saat Dikucilkan PDIP
Ganjar Dijuluki Seperti Anak Kos
Dikabarkan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali tak diundang acara partainya sendiri, PDIP di Semarang, Jawa Tengah.
Dilansir TribunWow.com, hal ini membuat sejumlah pihak menduga adanya masalah di internal partai terutama terkait Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Bahkan, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai Ganjar Pranowo bak dianak tirikan dan seperti anak kos.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Puan Gelar Persiapan 2024 di Jateng, Ganjar Jawab Alasan Tak Hadir Pakai Foto
"Ini semakin menebalkan keyakinan bahwa Ganjar dianggap sebagai anak kos-kosan di partainya sendiri," ujar Adi dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/9/2022).
Menurut Adi, tak diundangnya Ganjar dalam acara yang dipimpin Puan Maharani tersebut merupakan buntut dari hubungan keduanya yang dikabarkan kurang baik.
Pasalnya, Puan Maharani diisukan sudah digadang-gadang partai untuk maju menjadi capres di Pemilu 2024.
Namun, elektabilitas Ganjar justru mencuat mengalahkan putri Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Ini tidak lepas dari efek dan risiko persaingan menuju Pemilu 2024," duga Adi.
"Kalau elektabilitas Puan naik, PDIP pasti akan memaksakan Puan sebagai kandidat capres."
Hingga saat ini, PDIP belum mengumumkan bakal calon yang akan diusung partainya.
Hal ini membuat Adi meyakini bahwa Ganjar akan terus dikesampingkan hingga nanti PDIP mengumumkan capresnya.
"Sebelum ada pengumuman resmi soal capres dari PDI-P, sepanjang itu juga saya kira Ganjar terlihat akan terus di-anaktiri-kan dianggap anak kos-kosan di partainya sendiri," beber Adi.

Baca juga: Ganjar Diusulkan Nasdem, Megawati soal Bakal Capres PDIP: Kalian yang Membuat Manuver, Keluar!
Senada dengan hal ini, Doktor Sosiologi Universitas Padjajaran Jannus TH Siagian menilai ujian politik Ganjar akan semakin berat.
Pasalnya, meski elektabilitasnya menanjak, Ganjar akan kesulitan menjadi capres jika tak didukung partai.
"Ganjar Pranowo bisa saja gagal menjadi capres jika tetap bertahan untuk berharap hanya dimajukan oleh PDIP, meskipun semua lembaga survei menempatkannya di posisi teratas," tutur Jannus dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9/2022).
"Pilihan tersisa bagi Ganjar Pranowo hanya dua saat ini. Pertama, tidak maju sebagai capres dan tetap menjadi kader PDIP yang baik dengan mendukung Puan. Jika Puan menang, minimal satu kursi menteri akan di tangan."
"Kedua, tetap maju sebagai capres tanpa PDIP. Ini berarti bahwa Ganjar Pranowo harus mulai mengikuti langkah Puan, yakni mulai membuka silahturahmi dengan pertai-partai di luar PDIP, mencari celah berpasangan dengan calon-calon yang mempunyai infrastruktur politik yang cukup."
Dengan kata lain, jelasnya, Ganjar Pranowo harus siap untuk berhadapan dengan Puan.(TribunWow.com/Via)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024", dan "Jika Ganjar Tak Dapat Tiket Capres dari PDI-P, GP Mania Akan Dukung Prabowo di Pilpres 2024"