Terkini Nasional
Sebut Lukas Enembe Punya Langganan Judi di Manila hingga Singapura, MAKI: Saya Punya Fotonya
MAKI membongkar bukti aktivitas perjudian Gubernur Papua Lukas Enembe dan memetakan lokasi kasino langganannya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kegiatan perjudian Gubernur Papua Lukas Enembe rupanya sudah terendus Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).
Dilansir TribunWow.com, MAKI bahkan mendapatkan sejumlah bukti untuk mengklarifikasi kegiatan Lukas Enembe tersebut.
Pihaknya pun mengimbau KPK untuk memeriksa sendiri kesehatan Lukas Enembe yang hingga kini mangkir dengan alasan sakit.
Baca juga: Lukas Enembe Mangkir, Kantor Staf Presiden Soroti Dugaan Penyimpanan Uang di Kasino Singapura
Sebagaimana diketahui, ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi Rp 1 miliar.
PPATK juga menemukan aliran dana janggal sebesar Rp 560 miliar ke kasino di Singapura.
Diduga uang yang digunakan merupakan hasil korupsi dari dana PON hingga gratifikasi.
Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, pun mengakui bahwa sang Gubernur kerap berjudi ke luar negeri namun dengan uangnya sendiri.
MAKI pun melacak aktivitas judi Lukas Enembe berserta bukti foto yang sudah dikumpulkan.
"Tempat-tempat judi yang menjadi langganan Lukas Enembe misalnya di Solaire Resort and Casino di Manila, Genting Highland otomatis, itu di Malaysia dan Singapura itu adalah kasino di Crockford Sentosa," papar koordinator MAKI Boyamin Saiman dikutip Kompas.com, Sabtu (24/9/2022).
"Saya punya punya fotonya, dan juga ada beberapa, baik laki-laki dan perempuan, itu udah jadi pengikutnya Pak Lukas Enembe di luar negeri."

Baca juga: Kepolisian Papua Lakukan Penyekatan Buntut 14 Pendemo Save Lukas Enembe Bawa Senjata Tajam
Dalam sejumlah foto tersebut, terdapat rekaman gambar saat Lukas Enembe bermain di Casino Genting Highland, Malaysia, pada Juli 2022.
Selain itu juga terdapat data aktivitas orang-orang di lingkar Lukas Enembe dan catatan perjalanan pesawat pribadinya.
"Saya punya catatan aktivitas itu dari orang dalam di Papua yang lingkaran dalamnya Pak Lukas Enembe," ujar Boyamin.
"Termasuk kegiatan orang-orangnya yang baru bulan September tanggal 10-15 itu ada aktivitas pesawat pribadi dari Jakarta menuju Jayapura, ada manifes pesawatnya."
Di sisi lain, Lukas Enembe yang telah dipanggil untuk diperiksa KPK, menolak datang ke Jakarta dengan alasan kesehatan.
Paadahal, dalam video yang ditunjukkan Bonyamin, Gubernur tersebut bisa berjalan santai dengan seorang perempuan di Bandara Changi, Singapura beberapa waktu lalu.
"Lukas Enembe bisa jalan tanpa kursi roda," terang Boyamin.
Karena itulah MAKI meminta KPK untuk mengirim dokter independen guna membuktikan alasan Lukas Enembe tersebut.
"KPK saya minta untuk mengirimkan tim dokter independen apakah benar-benar sakit atau tidak," sebut Boyamin.
"Itu harus diuji dulu klaim sakit itu,"
Meski tim kuasa hukum Lukas Enembe sudah datang ke KPK membawa juru bicara dan dokter pribadi, MAKI merasa hal ini belum cukup untuk memvalidasi.
Ia menilai harus ada dokumen resmi yang dapat menjelaskan secara rinci kondisi Lukas Enembe.
"Sakit itu kan harus ada medical record-nya dari dokter yang jelas, bukan sekadar keterangan sakit sebagaimana kita tidak sekolah, sakit pening, dan lain sebagainya," beber Boyamin.
"Dan kalau namanya sakit ya opname, bukan di rumah," tandasnya.
Baca juga: Tantang KPK, Kuasa Hukum Klaim Kekayaan Lukas Enembe dari Hasil Tambang Emas Papua: Bisa Dibuktikan
Menko Polhukam Mahfud MD buka suara mengenai kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.
Dilansir TribunWow.com, tak hanya Rp 1 miliar, tersangka Lukas Enembe diperkirakan telah melakukan korupsi hingga ratusan miliar.
Hal ini diperkuat dengan isi di dalam rekening sang Gubernur yang kini telah dibekukan.
Baca juga: Polemik Plh Gubernur Papua, Lukas Enembe Surati Jokowi sedangkan Dance Flassy Manut Negara
Diketahui, sejumlah spekulasi muncul setelah Lukas Enembe dikabarkan terjerat kasus korupsi.
Ia disebut-sebut sebagai korban rekayasa politik yang berhubungan dengan partai pendukungnya.
Selain itu, kasus korupsi tersebut dikatakan terkait gratifikasi Rp 1 miliar yang diterima sang gubernur.
Meluruskan hal ini, Mahfud MD membongkar fakta-fakta dalam kasus tersebut.
"Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu melainkan merupakan temuan dan fakta hukum," kata Mahfud MD dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Senin (19/9/2022).
"Dugaan korupsi yang dijatuhkan pada Lukas Enembe yang kemudian menjadi tersangka, bukan hanya gratifikasi Rp 1 miliar."
Alih-alih Rp 1 miliar, Lukas Enembe ternyata diduga melakukan korupsi hingga ratusan miliar rupiah.
Hal ini dituangkan dalam hasil analisis PPATK yang kemudian diserahkan ke KPK untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Live Streaming Opening Ceremony PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe, Dibuka oleh Jokowi
"Ada laporan dari PPATK tentang dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpanan dan pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar, dalam 12 hasil analisis yang disampaikan ke KPK," beber Mahfud MD.
Kemudian, ia membeberkan isi rekening Lukas Enembe yang dinilai cocok dengan jumlah dugaan korupsi tersebut.
Pasalnya, per hari ini, rekening Lukas Enembe dipenuhi dengan uang senilai hingga Rp 71 miliar.
"Yang kedua, saat ini saja ada blokir rekening atas rekening Lukas Enembe, itu sebesar Rp 71 miliar yang sudah diblokir,"
"Jadi bukan Rp 1 miliar," imbuhnya.
Uang yang dikorupsi tersebut diduga berasal dari sejumlah sumber, termasuk di antaranya gelaran PON yang diadakan di Papua tahun 2021 lalu.
"Ada kasus lain terkait dengan kasus ini misalnya ratusan miliar dana operasional pimpinan, dana pengelolaan PON, kemudian juga adanya manajer pencucian uang yang dilakukan atau dimiliki oleh Lukas Enembe," ucap Mahfud MD.(TribunWow.com)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "MAKI Ungkap Aktivitas Lukas Enembe Bermain Judi di Malaysia, Filipina, dan Singapura", dan "MAKI Minta KPK Kirim Dokter Independen untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe"