Terkini Nasional
Tantang KPK, Kuasa Hukum Klaim Kekayaan Lukas Enembe dari Hasil Tambang Emas Papua: Bisa Dibuktikan
Gubernur Papua Lukas Enembe diklaim memiliki tambang emas pribadi di kampung halamannya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe diklaim memiliki tambang emas pribadi di kampung halamannya.
Dilansir TribunWow.com, hasil tambang itu disebut menjadi penyumbang terbesar kekayaan Lukas Enembe.
Bahkan, pihak Lukas Enembe menantang KPK untuk meneliti dan membuktikan hal tersebut.
Baca juga: Lukas Enembe Mangkir, Kantor Staf Presiden Soroti Dugaan Penyimpanan Uang di Kasino Singapura
Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe awalnya dituding mendapat gratifikasi senilai Rp 1 miliar.
Setelah diselidiki, PPATK justru menemukan aliran dana janggal yang bernilai lebih dari setengah triliun rupiah.
Ditemukan adanya uang Rp 71 miliar di rekening dan Rp 560 miliar di kasino Singapura yang diduga merupakan tindak pencucian uang.
Kini, Lukas Enembe pun menjadi tersangka koruptor yang masih terus dibantah oleh pihaknya.
Bahkan, sang gubernur justru mengorganisasi massa untuk melakukan unjuk rasa dan berjaga di sekitar rumahnya membawa senjata tajam.
Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, turut membantah bahwa kliennya melakukan korupsi.
"Memang Pak Lukas punya tambang emas di kampungnya, di sana menghasilkan emas yang sangat luar biasa," kata Aloysius dikutip kanal YouTube tvOneNews, Kamis (22/9/2022).
"Tambangnya dikelola oleh rakyatnya, masyarakat kampung di sana."

Baca juga: PPATK Sebut Ada Transaksi Rp 560 Miliar dari Lukas Enembe ke Kasino di Luar Negeri: Setoran Tunai
Aloysius bahkan menantang pihak KPK untuk datang dan melakukan peninjauan di lokasi tambang tersebut.
Ia menekankan bahwa Lukas Enembe yang diklaim sedang sakit, sangat terbuka mengenai hal ini.
"Bisa dibuktikan, nanti bisa diantar ke kampungnya langsung dengan helikopter ke sana dan bisa melihat langsung kalau KPK mau meneliti ke sana," ungkap Aloysius.
"Beliau sangat terbuka, tidak susah nanti, bisa berkunjung langsung ke kampungnya, lihat tambangnya."