Breaking News:

Terkini Nasional

Lukas Enembe Mangkir, Kantor Staf Presiden Soroti Dugaan Penyimpanan Uang di Kasino Singapura

Kantor Staf Presiden buka suara terkait kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe senilai hingga Rp 560 miliar.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay buka suara tentang kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe diduga melakukan tindak korupsi dan pencucian uang dengan nilai fantastis.

Dilansir TribunWow.com, ia mangkir panggilan KPK dengan alasan sakit, dan diduga telah mengorganisasi massa untuk protes.

Di sisi lain, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Theo Litaay membeberkan adanya dugaan uang gelap tersebut disimpan di kasino Singapura.

Baca juga: Kepolisian Papua Lakukan Penyekatan Buntut 14 Pendemo Save Lukas Enembe Bawa Senjata Tajam

Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe awalnya dituding mendapat gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.

Namun setelah ditelusuri, PPATK justru menemukan transaksi janggal hingga bernilai Rp 560 miliar.

Uang tersebut dikirim tunai secara berkala ke kasino di Singapura yang diduga sebagai modus pencucian uang dan bukannya masuk ranah perjudian.

"Kalau berkaitan dengan perjudian tentunya tidak termasuk lingkup tugas KPK, tapi bila masuk lingkup tugas KPK tentunya ada kekhawatiran atau dugaan mengenai money laundering atau praktik lain terkait," terang Theo dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (22/9/2022).

Gubernur Papua, Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe (Kontributor Tribunnews.com/B Ambarita)

Baca juga: PPATK Sebut Ada Transaksi Rp 560 Miliar dari Lukas Enembe ke Kasino di Luar Negeri: Setoran Tunai

Ditanya soal dugaan uang tersebut disimpan di deposit boks kasino di Singapura, ia mengiyakan.

Hal inilah yang kemudian menjadi pokok penyelidikan KPK untuk mengusut dugaan tindak pencucian uang tersebut.

"Iya, inilah mengapa saat ini KPK ingin mencari orang yang dicurigai sebagai perantara itu," terang Theo.

"Jadi ada kecurigaan bahwa hal ini menjadi modus pelaku tindak pidana korupsi pada masa lalu," imbuhnya.

Theo pun sempat mengimbau agar tersangka mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh negara.

Selain itu, pihak-pihak yang membela Lukas Enembe juga diharapkan mau bekerjasama menuntaskan kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa penyidikan ini bukan ditujukan untuk menyerang Lukas Enembe secara pribadi, melainkan upaya untuk meningkatkan kualitas pemerintah daerah Papua.

Baca juga: Sebut Lukas Enembe Organisasi Ratusan Massa di Papua, KPK: Situasi di Sana Berbeda dari Biasa

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved