Breaking News:

Terkini Nasional

Kepolisian Papua Lakukan Penyekatan Buntut 14 Pendemo 'Save Lukas Enembe' Bawa Senjata Tajam

14 orang diamankan kepolisian Papua setelah ketahuan membawa benda terlarang saat demo 'Save Lukas Enembe'.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Pihak kepolisian Papua menangkap 14 pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe yang melakukan demo sembari membawa senjata tajam dan miras, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 14 orang di amankan saat aksi demo 'Save Lukas Enembe' digelar di kota Jayapura, Papua, Selasa (20/9/2022).

Dilansir TribunWow.com, para tersangka tersebut ditahan lantaran kedapatan membawa senjata tajam dan barang terlarang lainnya.

Demi keamanan bersama, pihak kepolisian pun berencana melakukan penyekatan terhadap para pendemo tersebut.

Baca juga: PPATK Sebut Ada Transaksi Rp 560 Miliar dari Lukas Enembe ke Kasino di Luar Negeri: Setoran Tunai

Diketahui, dari 14 orang, 7 di antaranya diamankan di Kota Jayapura, sementara 7 lainnya ditangkap di Kabupaten Jayapura.

Polisi menyita barang bukti berupa 14 senjata tajam, bom ikan, katapel, paku, serta sejumlah minuman beralkohol.

Pihak kepolisian tetap mengizinkan ratusan massa tersebut untuk menyampaikan aspirasinya soal kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Namun, menyayangkan adanya penemuan ini, kepolisian pun tegas melakukan penyekatan massa demi keamanan bersama.

"Tapi ini kan kembali aspirasi masyarakat," kata Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (21/9/2022).

"Akhirnya kita kesepakatannya bagaimana, kesepakatan sudah jalan tapi kita terima informasi ditemukan seperti ini."

"Ke depan pelaksanaan mungkin akan kita sekat lebih ketat lagi agar tidak terjadi seperti ini," tegasnya.

Lukas Enembe
Lukas Enembe (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Rencana Gubernur Lukas Enembe Undang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Papua, Bahas Bandara Antariksa

Ramdani Hidayat berharap aksi demo tersebut bisa terus berlangsung dengan damai.

Ia tak ingin ada insiden yang bisa berdampak buruk pada pendemo maupun masyarakat sekitar dan aparat.

"Kita tidak berharap baik masyarakat yang melaksanakan demo atau yang tidak melaksanakan demo kemudian aparat TNI, Polri dan instansi lainnya tidak berdampak dalam artian mungkin nanti terjadi suatu kerusakan dan lain-lainnya," beber Ramdani Hidayat.

Ditanya mengenai dugaan bahwa 14 orang tersebut merupakan penyusup atau provokator, Ramdani Hidayat belum bisa memberi banyak keterangan.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved