Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dituduh Sebar Propaganda Rusia, Media AS Klarifikasi Laporan Skandal Bantuan Senjata di Ukraina

Media asal AS yakni CBS mengklarifikasi soal laporan ditemukannya dugaan 70 persen bantuan senjata dari negara barat tidak sampai ke pasukan Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Genya Savilov/Afp
Pasukan pertahanan teritorial Ukraina saat menerima bantuan senjata dari negara lain, mulai dari misil anti-tank NLAW, peluncur granat, dan senjata berat lain, Kiev/Kyiv, 9 Maret 2022. 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari yang lalu media asal Amerika Serikat (AS) yakni CBS merilis laporan tentang bantuan senjata dari negara-negara barat ke Ukraina.

Dalam laporan tersebut dituliskan bahwa sekira 70 persen bantuan senjata yang dikirimkan oleh negara-negara barat tidak sampai ke tangan pasukan militer Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, kini CBS mengklarifikasi dan merevisi soal laporannya tersebut.

Baca juga: Tak Peduli Risiko Radiasi, Rusia dan Ukraina Saling Tuding Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Klarifikasi dan revisi ini disampaikan seusai CBS menerima kritik di sosmed dari warganet pro Ukraina hingga teguran dari staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Gara-gara laporan ini, netizen menuding CBS telah menyebarkan propaganda Rusia.

Sementara itu penasihat Zelensky, Mikhailo Podolyak menyatakan tidak ada bukti senjata yang dikirim untuk membantu pasukan militer Ukraina bocor ke tempat lain.

Dalam klarifikasinya, CBS menjelaskan bahwa manajemen pengiriman bantuan senjata ke Ukraina telah berkembang menjadi lebih baik sejak laporan ini dibuat pada April 2022 lalu.

CBS juga menuliskan pesan bahwa AS telah turun langsung mengirimkan pejabat militernya ke Kiev untuk memonitor pengiriman senjata.

Terkait permintaan maaf ini, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menuding CBS telah menghasut dan menyebarkan informasi salah kepada para audiens yang menyebabkan rusaknya kepercayaan negara-negara lain ke Ukraina terkait pengiriman bantuan senjata.

"Harus ada penyelidikan internal tentang siapa yang memperbolehkan (penulisan laporan) ini dan mengapa," tegur Kuleba ke CBS.

Baca juga: Sempat Laporkan Taktik Perang Ukraina Manfaatkan Warga Sipil, NGO Amnesty Kini Minta Maaf

Sebelumnya CBS melaporkan hanya 30 persen bantuan senjata dari negara barat yang benar-benar sampai ke tangan pasukan militer Ukraina.

Temuan ini disampaikan oleh Jonas Ohman selaku pengurus organisasi asal Lithuania yang menyuplai perlengkapan militer ke Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, Ohman menjelaskan bahwa mengurus bantuan senjata turut dipengaruhi oleh oligarki dan politisi.

Baca juga: Pengeboman PLTN Terbesar Eropa di Ukraina, PBB Turun Tangan Beri Peringatan: Risiko Bencana Nuklir

"Semua barang (bantuan militer) ini melintasi perbatasan, dan kemudian sesuatu terjadi, hanya 30 persen darinya mencapai tujuan akhirnya," ujar Ohman.

Donatella Rovera selaku penasihat senior dalam Amnesty Internasional mengaku tidak tahu ke mana bantuan senjata yang lain berakhir.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaAmerika SerikatVolodymyr ZelenskyVladimir Putin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved