Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dituduh Sebar Propaganda Rusia, Media AS Klarifikasi Laporan Skandal Bantuan Senjata di Ukraina

Media asal AS yakni CBS mengklarifikasi soal laporan ditemukannya dugaan 70 persen bantuan senjata dari negara barat tidak sampai ke pasukan Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Genya Savilov/Afp
Pasukan pertahanan teritorial Ukraina saat menerima bantuan senjata dari negara lain, mulai dari misil anti-tank NLAW, peluncur granat, dan senjata berat lain, Kiev/Kyiv, 9 Maret 2022. 

"Hal yang benar-benar mengkhawatirkan adalah beberapa negara yang mengirim senjata tampaknya tidak berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab mereka untuk menerapkan mekanisme pengawasan yang sangat kuat," kata Rovera.

Di sisi lain, penasihat Menteri Pertahanan Ukraina yakni Yuri Sak menyatakan Ukriana selalu melacak seluruh bantuan senjata yang tiba di Ukraina.

Yuri bahkan menuding informasi terkait kejelasan bantuan senjata dari negara barat ke Ukraina bisa jadi hanyalah taktik perang informasi yang digunakan oleh Rusia supaya negara-negara lain ragu mengirimkan bantuan.

Sejak Februari, AS telah menyetujui untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 806 triliun untuk membantu Ukraina.

Sementara itu Inggris memberikan bantuan sebesar Rp 44 triliun khusus untuk senjata dan perlengkapan militer.

Sedangkan Uni Eropa telah memberikan bantuan senilai Rp 37 triliun untuk membantu persenjataan pasukan militer Ukraina.

Baca juga: Ukraina Tak Terima Disebut Bahayakan Warga Sipil, NGO Amnesty Jawab Balik Sindiran Zelensky

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov telah membantah kemungkinan penyelundupan senjata yang dikirim oleh Barat.

Dilansir TribunWow.com, ia menegaskan bahwa Ukraina membutuhkan senjata tersebut untuk melawan agresi bersenjata Rusia.

Sehingga, tak ada alasan bagi pihaknya untuk menjual senjata kiriman tersebut.

Seperti dilaporkan Ukrinform, Jumat (15/7/2022), pernyataan ini dibuat oleh Reznikov dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

“Kita perlu bertahan hidup. Kami tidak punya alasan untuk menyelundupkan senjata dari Ukraina,” kata Reznikov.

Dalam kata-katanya, beberapa sekutu barat mengirim perwakilan militer ke Ukraina untuk mengawasi penyaluran senjata yang mereka sumbangkan.

Reznikov pun mengundang negara yang lain untuk mengikuti cara tersebut demi memastika bantuan mereka digunakan secara efektif.

Menurut Reznikov, Ukraina menggunakan perangkat lunak NATO, yang diperoleh pada 2019, untuk memantau tujuan dan penggunaan senjata yang disediakan oleh barat, yang dapat diakses oleh sekutu NATO.

Namun, ia memiliki jumlah lisensi dan pengguna terlatih yang terbatas, yang kini coba ditingkatkan oleh Ukraina.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaAmerika SerikatVolodymyr ZelenskyVladimir Putin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved