Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituduh Sebar Propaganda Rusia, Media AS Klarifikasi Laporan Skandal Bantuan Senjata di Ukraina
Media asal AS yakni CBS mengklarifikasi soal laporan ditemukannya dugaan 70 persen bantuan senjata dari negara barat tidak sampai ke pasukan Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
“Kami harus bergerak maju dengan cepat. Kami memahami itu,” kata Reznikov.

Baca juga: Militer Ukraina Disebut Jual Senjata Bantuan Barat Bekerja Sama dengan Kelompok Kriminal
Ia menambahkan bahwa sistem yang saat ini hanya dikelola secara terpusat, akan diperluas ke tingkat brigade dan mungkin ke batalyon.
Ukraina juga mengembangkan dua sistem pelacakan lain untuk bekerja secara paralel dengan perangkat lunak NATO.
Reznikov menekankan tidak ada kemungkinan sistem senjata berat, seperti howitzer 155mm atau sistem roket yang dipasok AS akan dicuri.
Pasalnya peralatan tersebut semuanya memiliki pelacak GPS, dan satelit militer barat juga dapat mengawasi peralatan besar.
Senada dengan hal tersebut, sebelumnya penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhaylo Podolyak menyebut isu penjualan senjata itu hanya propaganda.
Mengatakan melalui akun Twitter pribadinya, ia menegaskan bahwa semua senjata yang diterima oleh Ukraina telah secara hati-hati diperhitungkan kemudian dikirim ke garis depan.
“Semua rumor lainnya adalah propaganda dangkal yang bertujuan untuk mengganggu pasokan,” cuit Podolyak.
Baca juga: Nyatakan Rusia Negara Teroris, Ukraina Kecam Serangan ke Vinnytsia yang Ikut Tewaskan 3 Anak-anak
Bantuan Senjata ke Ukraina Diduga Dijual di Darknet
Sejak berkonflik melawan Rusia, Ukraina kerap mendapat bantuan senjata khususnya dari negara-negara barat, mulai dari Amerika Serikat (AS), Prancis, hingga Inggris.
Sebuah investigasi yang dilakukan oleh media asal Rusia RT, beberapa senjata kiriman negara barat untuk Ukraina ditemukan dijual bebas di darknet.
Dikutip TribunWow.com dari kompas.com, darknet diketahui merupakan sisi gelap internet yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu.

Baca juga: AS Ikut Konflik Ukraina-Rusia, Biden Panen Kritik Disindir Trump hingga Diminta Fokus Urus Utang
Konten yang ada di darknet diketahui berhubungan dengan tindak kriminal, mulai dari layanan transaksi narkoba, peretasan, pencucian uang, pornografi anak, hingga menyewa pembunuh bayaran.
Berdasarkan penelusuran tim investigatif rt.com, ditemukan senjata kiriman Inggris berupa misil anti-tank.
Senjata anti-tank ini dihargai 15 ribu dollar atau setara Rp 200 juta.