Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituduh Sebar Propaganda Rusia, Media AS Klarifikasi Laporan Skandal Bantuan Senjata di Ukraina
Media asal AS yakni CBS mengklarifikasi soal laporan ditemukannya dugaan 70 persen bantuan senjata dari negara barat tidak sampai ke pasukan Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Sebagai informasi, harga misil anti-tank buatan Inggris tersebut dijual secara resmi dengan harga Rp 400 juta.
Selain senjata buatan Inggris, ditemukan juga drone hantu buatan AS yang dijual seharga puluhan juta rupiah.
Tim investigatif rt menjelaskan, pihaknya tidak menjalankan transaksi hingga memeroleh barang tersebut sehingga masih ada kemungkinan penjual di darknet tersebut hanyalah penipu.
Baca juga: Alasan Putin Terima Sejumlah Pimpinan Negara Pakai Meja Panjang, Berbeda saat Bertemu dengan Jokowi
Namun tim investigatif rt turut menemukan adanya tambahan jasa penyelundupan senjata dari Ukraina ke Polandia.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para penyelundup senjata telah memiliki koneksi dengan para penjaga perbatasan Polandia-Ukraina.
Pada bulan Juni 2022, Kepala Polisi Internasional, Jurgen Stock telah memperingatkan akan potensi senjata bantuan negara barat dijual secara bebas di pasar gelap.
"Kelompok kriminal mencoba memanfaatkan situasi kacau dan ketersediaan senjata, bahkan (senjata) yang digunakan oleh pasukan militer, termasuk senjata berat," kata Stock.
Stock mengatakan, jual beli senjata ini tidak hanya terbatas kepada negara tetangga, namun ada kemungkinan di jual antar benua. (TribunWow.com/Anung/Via)