Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pengeboman PLTN Terbesar Eropa di Ukraina, PBB Turun Tangan Beri Peringatan: Risiko Bencana Nuklir

Badan pengawas nuklir PBB mewanti-wanti aksi militer di PLTN Zaporizhzhia Ukraina bisa sebabkan bencana besar.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Capture YouTube BBC
Pengeboman yang dilakukan Rusia terhadap PLTN Zaporizhzhia, Energodar, bagian tenggara Ukraina, Kamis (3/3/2022) malam. Terbaru, PLTN Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Badan pengawas nuklir PBB telah menyerukan untuk segera mengakhiri semua aksi militer di dekat pembangkit nuklir Zaporizhzhia Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, hal ini dinyatakan setelah PLTN itu terkena tembakan hingga menyebabkan salah satu reaktor ditutup.

Dikhawatirkan bahwa penyerangan ini akan menciptakan risiko bencana nuklir seperti halnya di Chernobyl.

Baca juga: Pengungsi Mariupol Selamat sampai Zaporizhzhia, PBB Sebut Masih Ada Warga Ukraina yang Tertinggal

Dilaporkan The Guardian, Sabtu (6/8/2022), Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional, mengaku sangat prihatin dengan laporan kerusakan di PLTN Zaporizhzhia.

Ia meminta agar para ahli IAEA untuk diizinkan memeriksa kerusakan sebelum terjadi bencana yang lebih parah.

"Saya sangat prihatin dengan penembakan kemarin di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, yang menggarisbawahi risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan di Ukraina dan sekitarnya," kata Grossi.

Perusahaan tenaga nuklir Ukraina Energoatom mengatakan serangan itu telah merusak kabel listrik dan memaksa salah satu reaktor berhenti bekerja.

Selain itu juga masih ada risiko kebocoran hidrogen dan zat radioaktif, dan risiko kebakaran yang tinggi.

"Tiga serangan tercatat di lokasi pembangkit, di dekat salah satu blok listrik di mana reaktor nuklir berada," kata operator pembangkit listrik tenaga nuklir milik negara Ukraina Energoatom dalam sebuah pernyataan.

“Ada risiko kebocoran hidrogen dan penyemprotan radioaktif. Bahaya kebakaran tinggi.”

Terkait hal ini, Grossi memberikan peringatan keras agar PLTN tersebut kembali menjadi zona aman demi kepentingan bersama.

"Penembakan itu telah menyebabkan risiko serius bagi pengoperasian pabrik yang aman," ucap Grossi.

"Tindakan militer yang membahayakan keselamatan dan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir sama sekali tidak dapat diterima dan harus dihindari dengan segala cara."

"Setiap senjata militer yang diarahkan ke atau dari fasilitas akan sama dengan bermain api, dengan konsekuensi yang berpotensi menjadi bencana."

Untuk menanggulangi bencana, Grossi meminta tim IAEA yang terdiri dari pakar keselamatan, keamanan, dan perlindungan, yang dipimpin oleh dirinya sendiri, untuk diizinkan mengunjungi pabrik.

Kondisi area bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina saat pasukan militer Rusia datang menyerang.
Kondisi area bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina saat pasukan militer Rusia datang menyerang. (YouTube The Sun)

Baca juga: Pemerintah Ukraina Khawatirkan Potensi Bocornya Radiasi Nuklir Akibat Serangan Rusia

Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaPBBNuklirVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved