Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pengeboman PLTN Terbesar Eropa di Ukraina, PBB Turun Tangan Beri Peringatan: Risiko Bencana Nuklir

Badan pengawas nuklir PBB mewanti-wanti aksi militer di PLTN Zaporizhzhia Ukraina bisa sebabkan bencana besar.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Capture YouTube BBC
Pengeboman yang dilakukan Rusia terhadap PLTN Zaporizhzhia, Energodar, bagian tenggara Ukraina, Kamis (3/3/2022) malam. Terbaru, PLTN Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan Rusia. 

Disebutkan adanya enam reaktor yang masing-masing menghasilkan 950 MW, dan total output 5.700 MW, energi yang cukup untuk sekitar 4 juta rumah.

PLTN ini menghasilkan seperlima dari listrik Ukraina dan hampir setengah energi yang dihasilkan oleh fasilitas tenaga nuklir negara itu.

Sehingga, apabila PLTN tersebut meledak, dikhawatirkan akan menjadi bencana nuklir terbesar setelah insiden Chernobyl.

Dilansir akun Twitter pribadinya @DmytroKuleba, Jumat (4/3/2022), Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuturkan bencana PLTN Zaporizhzhia akan 10 kali lebih besar dibanding Chernobyl.

"Tentara Rusia membombardir dari segala sisi ke PLTN Zaporizhzhia, pembangkit nuklir tersebesar di Eropa. Api sudah menyebar. Jika ini meledak, maka akan 10 kali lebih besar dibanding Chernobyl," tulis Dmytro Kuleba.

Diketahui, bencana Chernobyl merupakan insiden ledakan nuklir yang terjadi di PLTN wilayah Pripyat yang ada di kota Chernobyl pada tahun 1986.

Ledakan tersebut melepaskan paparan radioaktif yang tak terkontrol selama 10 hari ke seluruh Eropa.

Hingga saat ini, kawasan Pripyat masih menjadi kota mati yang dilarang untuk didatangi lantaran masih mengandung partikel radioaktif.

Insiden ini menewaskan 28 orang pada hari pertama dan menyebabkan korban meninggal yang tak terhitung jumlahnya.

Korban yang terpapar efek radiasi tersebut tercatat menderita beragam penyakit mematikan bahkan mengalami kelainan.

Efek Paparan Radioaktif pada Manusia

Dikutip TribunWow.com dari atomicarchive.com, Jumat (4/3/2022) radiasi nuklir tersebut bisa menyebabkan berbagai macam dampak pada manusia tergantung dosis paparannya.

Radiasi ringan saja, dalam dosis 5-20 rem, bisa menyebabkan kerusakan DNA pada kromosom sel manusia.

Pada dosis 20-100 rem, bisa menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih, sementara pada 100-200 rem, bisa menyebabkan sakit sedang seperti mutah, diare, dan melemahnya imunitas.

Paparan radiasi pada dosis 200 - 400 rem bisa menyebabkan penyakit serius seperti pendarahan, kerusakan sumsum dan usus hingga kematian pada 10-35 persen populasi yang terkontaminasi.

Halaman 3/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaPBBNuklirVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved