Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Kanselir Jerman Dikecam karena Bertemu Presiden Rusia Putin, Zelensky: Sungguh Menjijikkan

Mantan kanselir Jerman Gerhard Schroder mendapat kecaman karena pertemuan pribadi yang diadakan dengan pemimpin Rusia, Vladimir Putin.

Editor: Lailatun Niqmah
AFP Deutschland (Tangkap Layar)
Mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder. Terbaru, Gerhard Schroder mendapat kecaman karena pertemuan pribadi yang diadakan dengan pemimpin Rusia, Vladimir Putin. 

Schroeder dan Putin memang dikenal teman dekat.

Bahkan menurutnya, menjauhkan diri dari Putin saat ini tidak akan membantu situasi.

Selain mendapat cemoohan dari publik Jerman karena sikap pro-Rusia, Schroeder telah dilucuti haknya atas jabatan yang didanai publik.

Saat menjabat kanselir, Gerhard Schröder adalah pendukung kuat proyek pipa Nord Stream yang digunakan untuk memasok gas Rusia langsung ke Jerman.

Ia menjadi petinggi di beberapa perusahaan energi Rusia seperti Nord Stream AG, Rosneft, dan Gazprom seusai mundur dari jabatannya.

Namun, setelah kritik keras, Schroeder pada bulan Mei mundur dari dewan perusahaan minyak milik negara Rusia Rosneft dan menolak nominasi untuk posisi dewan di Gazprom.

Baca juga: Rusia Bantah Tuduhan Mulai Konflik di Ukraina, Pejabat Kremlin: Respons Paksa terhadap Kekejaman

Zelensky Ingin Bicara dengan Xi Jinping

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengaku ingin bicara secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping mengenai konflik Rusia dan Ukraina.

Zelensky juga menegaskan, Kyiv sejak sebelum konflik telah berusaha menjalin hubungan dekat dengan Beijing.

Keinginan ini diutarakan Zelensky dalam wawacara eksklusif dengan media South China Morning Post (SCMP) yang terbit pada Kamis (4/8/2022).

Ia mendesak China menggunakan pengaruh politik dan ekonominya kepada Rusia agar perang berakhir.

"(China) adalah negara yang sangat kuat. Ini adalah ekonomi yang kuat. Jadi (itu) secara politik, ekonomi dapat mempengaruhi Rusia. Dan China (juga) anggota tetap dewan keamanan PBB," kata Zelensky.

Wawancara dengan SCMP merupakan interviu pertama Zelensky dengan media Asia sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Ia mengaku terakhir kali berbicara dengan Xi Jinping setahun yang lalu.

"Saya ingin berbicara langsung. Saya melakukan satu percakapan dengan Xi Jinping setahun yang lalu," kata presiden dalam laporan SCMP.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
RusiaUkrainaVolodymyr ZelenskyVladimir PutinJerman
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved